Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI dengan Gubernur Sultra serta Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI beserta jajaran di Kendari.
PARLEMENTARIA, Kendari — Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menyatakan optimisme terhadap kesiapan Sulawesi Tenggara dalam menghadapi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Hal tersebut disampaikannya usai pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI dengan Gubernur Sultra serta Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI beserta jajaran di Kendari, Rabu (1/4/2026).
Kurniasih mengapresiasi capaian Sulawesi Tenggara yang dinilai berhasil mencatat berbagai prestasi di bidang statistik serta pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. “Saya bangga berada di Sultra. Daerah ini mengalami banyak prestasi di bidang statistik dan pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan," ujarnya.
Kurniasih mengatakan, dalam kurun waktu satu dekade terakhir, populasi ekonomi di Sulawesi Tenggara meningkat hingga 200 persen. Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat ke depan.
“Diharapkan pertumbuhan ini akan terus meningkat pasca sensus. Karena itu, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 menjadi sangat penting," tambahnya.
Kurniasih juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam menyukseskan sensus tersebut demi kemajuan daerah yang lebih kompetitif. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 agar Sulawesi Tenggara semakin maju dan berdaya saing,” tegasnya.
Selain itu, ia memastikan Komisi X DPR RI akan terus memberikan dukungan, termasuk dalam aspek penganggaran demi kelancaran pelaksanaan sensus. Di tempat yang sama, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam melaksanakan sensus ekonomi yang merupakan agenda nasional setiap 10 tahun.
Ia menjelaskan, pelaksanaan sensus akan dimulai dalam waktu dekat hingga Agustus, dengan melibatkan sekitar 116 ribu petugas di seluruh Indonesia. "Jumlah petugas ini sangat besar, namun memiliki peran penting dalam menyediakan gambaran menyeluruh tentang kondisi ekonomi nasional." jelasnya.
Menurut Sonny, data hasil sensus akan menjadi dasar penting dalam melihat sektor ekonomi unggulan serta distribusi tenaga kerja di berbagai bidang.
Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. “Sulawesi Tenggara siap mendukung pelaksanaan sensus ekonomi tahun 2026." ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi X DPR RI yang turut memberikan masukan, khususnya terkait pembahasan perubahan regulasi statistik yang menjadi acuan bagi pemerintah daerah.
"Dengan dukungan dari berbagai pihak, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat dan komprehensif guna mendorong pembangunan ekonomi yang merata, baik di tingkat nasional maupun daerah." pungkasnya. (afr/aha)