E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Migas|BUMN|Danantara|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Swasembada Pangan|Anggaran|energi|RUU Perampasan Aset|tambang|industri|Guru|Bansos
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Migas|BUMN|Danantara|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Swasembada Pangan|Anggaran|energi|RUU Perampasan Aset|tambang|industri|Guru|Bansos
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Migas|BUMN|Danantara|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Swasembada Pangan|Anggaran|energi|RUU Perampasan Aset|tambang|industri|Guru|Bansos
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Komisi IV DPR Soroti Ketimpangan Penyuluh Kehutanan, Dorong Penguatan SDM dan Kesejahteraan Petani Hutan

Diterbitkan
Rabu, 1 Apr 2026 10.50 WIB
Bagikan:
Komisi IV DPR Soroti Ketimpangan Penyuluh Kehutanan, Dorong Penguatan SDM dan Kesejahteraan Petani Hutan

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, usai memimpin agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Balai Diklat Kehutanan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3/2026).|Foto: Runi/Karisma

PARLEMENTARIA, Bogor — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, menyoroti ketimpangan jumlah penyuluh kehutanan saat memimpin agenda Kunjungan Kerja ke Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan di Rumpin, Kabupaten Bogor. Jika dibiarkan, ungkapnya, kondisi tersebut bisa berdampak pada optimalisasi pendampingan kelompok tani hutan serta pengelolaan hutan berkelanjutan.

“Bayangkan, satu orang penyuluh harus meng-cover hingga sepuluh kecamatan. Ini tentu tidak seimbang dan sangat mempengaruhi efektivitas pendampingan di lapangan,” ujar Kharis kepada Parlementaria usai memimpin agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Balai Diklat Kehutanan Rumpin, Kabupaten Bogor, dalam kegiatan bertajuk “Temu Penyuluh Kehutanan dan Kelompok Tani Hutan” di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Kharis bersama tim Anggota Komisi IV DPR menemui jajaran pejabat BP2SDM, penyuluh kehutanan, serta kelompok tani hutan. Dari hasil diskusi, dirinya memahami adanya sejumlah persoalan mendasar, terutama terkait ketidakseimbangan antara jumlah penyuluh dengan luas wilayah binaan.

Maka dari itu, ia menegaskan agar Kementerian Kehutanan mempertimbangkan penambahan jumlah penyuluh kehutanan ke depan, agar pendampingan kepada masyarakat, khususnya kelompok tani hutan, bisa lebih optimal. Selain itu, imbuhnya, kebutuhan pendampingan juga harus menjadi perhatian utama.

Dirinya pun tidak ingin keterbatasan jumlah penyuluh berdampak pada minimnya bimbingan yang diterima kelompok tani hutan, meskipun potensi ekonomi yang dihasilkan cukup besar. “Nilai tukar ekonomi kelompok tani hutan di Jawa Barat sudah mencapai sekitar Rp19 miliar. Ini potensi besar yang masih bisa terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, Politisi PKS juga menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana, serta akses pemasaran bagi hasil produksi kelompok tani hutan agar nilai tambah yang diperoleh semakin maksimal. Walaupun begitu, ia mengapresiasi peran BP2SDM sebagai ujung tombak dalam pengembangan sumber daya manusia kehutanan.

Menurutnya, investasi di sektor ini memang tidak bersifat instan, tetapi sangat penting untuk mencetak generasi rimbawan yang berorientasi pada keberlanjutan. “Ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak rimbawan sejati yang berpikir tentang keberlanjutan hutan,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR turut meninjau berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan budidaya madu dan jamur yang menjadi contoh pemanfaatan hutan secara produktif tanpa merusak kelestariannya. Pihaknya menegaskan, konsep pengelolaan hutan yang ideal adalah bagaimana masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian hutan.

“Hutan harus memberikan kesejahteraan, tetapi tetap lestari. Itulah yang ingin kita dorong melalui penguatan kelompok tani hutan,” katanya.

Menanggapi, Kepala BP2SDM Indra Exploitasia Semiawan menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti masukan dari Komisi IV DPR RI, khususnya terkait formasi penyuluh kehutanan. “Ke depan, kami akan memetakan kebutuhan riil di lapangan, termasuk jumlah desa yang membutuhkan pendampingan, agar formasi penyuluh lebih seimbang,” ujarnya.

Indra juga menambahkan, peningkatan tidak hanya difokuskan pada jumlah, tetapi juga kualitas penyuluh agar mampu memberikan pendampingan yang lebih efektif.

 

“Kita tidak hanya bicara kuantitas, tetapi juga kualitas. Penyuluh harus memiliki kapasitas yang mumpuni agar kelompok tani hutan bisa berkembang dan mandiri,” pungkasnya. (rni/um)

Berita terkait

Presiden Komitmen Sejahterakan Rakyat, Anggota DPR Soroti Keselarasan Visi dan Implementasi
Industri dan Pembangunan
Presiden Komitmen Sejahterakan Rakyat, Anggota DPR Soroti Keselarasan Visi dan Implementasi
Komisi VII Dorong Penguatan Pariwisata NTB dan UMKM di Destinasi Wisata
Industri dan Pembangunan
Komisi VII Dorong Penguatan Pariwisata NTB dan UMKM di Destinasi Wisata
DPR RI Terima Aspirasi Guru TK se-Indonesia, Soroti Kesejahteraan dan Status Honorer
Politik dan Keamanan
DPR RI Terima Aspirasi Guru TK se-Indonesia, Soroti Kesejahteraan dan Status Honorer
Tags:#petani#hutan
Sebelumnya

Baleg DPR Targetkan Pengambilan Keputusan RUU Pemerintahan Aceh Sebelum Penutupan Masa Sidang

Selanjutnya

Komisi IX DPR Tinjau KLB Campak di Yogyakarta, Tekankan Penguatan Imunisasi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1071)
  • Industri dan Pembangunan(3735)
  • Isu Lainnya(1058)
  • Kesejahteraan Rakyat(3721)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4612)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Sidang Tahunan MPR RI Sidang Bersama DPR RI & DPD RI Rapat Paripurna DPR RI
Majalah Parlementaria Edisi 258
Parja
Parja
MAKLUMAT PELAYANAN

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Migas|BUMN|Danantara|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Swasembada Pangan|Anggaran|energi|RUU Perampasan Aset|tambang|industri|Guru|Bansos
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 9 km/h