E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Yanuar Arif Wibowo: Masukan Mahasiswa Perkuat Evaluasi Lembaga Pemasyarakatan

Diterbitkan
Rabu, 18 Feb 2026 13.53 WIB
Bagikan:
Yanuar Arif Wibowo: Masukan Mahasiswa Perkuat Evaluasi Lembaga Pemasyarakatan

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menerima audiensi Pengurus Nasional BEM PT NU se-Nusantara dan Koordinator Pusat Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Indonesia di Gedung DPR,.

PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menerima audiensi dari Pengurus Nasional BEM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama se-Nusantara dan Koordinator Pusat Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Indonesia. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu terkait evaluasi lembaga pemasyarakatan yang dinilai masih menghadapi persoalan klasik seperti kelebihan kapasitas dan keterbatasan sumber daya manusia. 

Masukan dari mahasiswa dinilai selaras dengan kerja Panitia Kerja Pemasyarakatan yang tengah dilakukan Komisi XIII DPR RI. “Beberapa isu yang mengemuka terkait evaluasi lembaga pemasyarakatan kita dan ini sangat relate dengan apa yang sekarang kita lakukan di panja pemasyarakatan, mulai dari overload, kurangnya tenaga, hingga daya dukung SDM,” ujar Yanuar kepada Parlementaria di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Politisi Fraksi PKS itu menegaskan perlunya terobosan untuk mengatasi persoalan over capacity di lapas. Salah satu usulan yang mencuat adalah pemanfaatan teknologi seperti pemasangan CCTV serta penambahan jumlah petugas. Selain itu, kehadiran pidana kerja sosial dalam KUHP baru juga dinilai menjadi solusi alternatif untuk menekan jumlah warga binaan di dalam lapas.

“Dengan adanya KUHP baru ini kita punya pemidanaan baru yaitu pidana kerja sosial. Ini bagian dari solusi untuk mengurangi overload kapasitas di Indonesia, sehingga tidak semua terpidana harus masuk sel,” jelasnya.

Yanuar juga menyoroti fakta bahwa dari sekitar 275 ribu warga binaan, hampir separuhnya merupakan kasus narkoba. Ia menilai perlu ada perlakuan berbeda antara bandar, pengedar, kurir, dan pengguna. Khusus bagi pengguna, pendekatan rehabilitasi dinilai lebih tepat dibandingkan pemidanaan penjara.

“Kami melihat untuk yang pengguna ini harusnya ada treatment khusus, bukan dipenjarakan, tapi direhabilitasi. Ini juga bagian dari rangkaian untuk mengurangi overload di lapas-lapas kita,” tegasnya.

Menurutnya, lembaga pemasyarakatan merupakan ujung dari seluruh proses penegakan hukum. Karena itu, pembenahan tidak hanya dilakukan di hilir, tetapi juga sejak proses awal agar tidak terlalu banyak orang yang berakhir di dalam lapas.

“Nah bagaimana kemudian proses awalnya ini untuk bisa dikurangi. Makanya di KUHAP yang baru ada pidana kerja sosial, dalam rangka bahwa orang yang terpidana tidak harus masuk sel,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan adanya klasifikasi lapas mulai dari super maksimum hingga lapas terbuka. Pada lapas terbuka, warga binaan diberdayakan melalui kegiatan produktif seperti bercocok tanam dan beternak, tanpa jeruji besi.

“Lapas terbuka ini tidak ada jeruji besi, tapi warga binaan diberdayakan. Mereka bercocok tanam, jadi peternak ayam petelur dan seterusnya. Ini sebuah kemajuan cara berpikir bahwa warga binaan harus kita persiapkan pasca lapas agar bisa kembali ke masyarakat,” katanya.

Yanuar mengapresiasi gagasan pemberdayaan warga binaan yang diinisiasi Menteri terkait. Ia mengaku telah melihat langsung praktik tersebut saat kunjungan ke Nusa Kambangan dan Kendal, di mana warga binaan tetap produktif dan bahkan memperoleh penghasilan selama menjalani masa pidana.

“Kami kemarin ke Nusa Kambangan dan Kendal, melihat langsung bagaimana warga binaan itu diberdayakan. Mereka di dalam lapas tapi bisa berpenghasilan, dan itu bisa jadi bekal ketika mereka keluar,” ungkap Legislator dari Dapil Jawa Tengah VIII itu.

Ia berharap terobosan pemberdayaan tersebut terus dikembangkan, tidak hanya untuk mengurangi over capacity, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan mempersiapkan reintegrasi sosial warga binaan. “Bahkan ada yang sudah selesai masa hukumannya tapi masih mau berkarya di dalam lapas. Ini harapan besar agar terobosan seperti ini terus diperkuat,” pungkasnya. •gal/aha

Berita terkait

Yanuar Arif Wibowo: Sukseskan Program 3 Juta Rumah, Hapus Utang Pinjol Masyarakat Bawah
Kesejahteraan Rakyat
Yanuar Arif Wibowo: Sukseskan Program 3 Juta Rumah, Hapus Utang Pinjol Masyarakat Bawah
Anggaran BNPB Menurun, Yanuar Arif Usulkan Penanganan Bencana Satu Atap
Industri dan Pembangunan
Anggaran BNPB Menurun, Yanuar Arif Usulkan Penanganan Bencana Satu Atap
Yanuar Arif Soroti Persoalan Over Kapasitas Lapas hingga Kasus TPPO di Yogyakarta
Politik dan Keamanan
Yanuar Arif Soroti Persoalan Over Kapasitas Lapas hingga Kasus TPPO di Yogyakarta
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XIII
Sebelumnya

Fokus Rehabilitasi-Rekonstruksi Sumatra, Satgas Galapana DPR akan Kembali Gelar Rakor dengan Pemerintah

Selanjutnya

Buruh Tolak Polri di Bawah Kementerian, Rikwanto: Akan Kami Kunci di RUU Polri

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3345)
  • Isu Lainnya(1023)
  • Kesejahteraan Rakyat(3349)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4081)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h