
Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX ke Padang Pariaman, Sumatra Barat, Kamis (29/1/2026). Foto: SRW/Mahendra.
Hal itu disampaikannya saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX ke Padang Pariaman, Sumatra Barat, Kamis (29/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung dampak bencana banjir dan longsor terhadap layanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Ade menyampaikan bahwa Komisi IX DPR RI secara langsung mendatangi sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Parit Malintang, guna melihat kondisi riil pelayanan kesehatan pasca bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Ya, hari ini kita mengadakan kunjungan spesifik Komisi IX ke daerah-daerah terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di beberapa waktu yang lalu. Nah, hari ini kita ke Kabupaten Padang Pariaman, kita meninjau dan melihat langsung bagaimana fasilitas yang ada terkait dengan fasilitas kesehatan di Padang Pariaman, ke rumah sakit, umum daerah di Parit Malintang,” ucapnya kepada Parlementaria usai pertemuan.
Dari hasil peninjauan tersebut, Ade menilai masih terdapat kebutuhan mendesak terhadap penguatan fasilitas fisik serta alat-alat kesehatan agar pelayanan kesehatan dapat berjalan maksimal, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam.
“Kita melihat di sana masih dibutuhkan beberapa fasilitas fisik maupun alat-alat kesehatan yang memang diperlukan pada akhirnya dalam rangka pelayanan kesehatan yang maksimal,” tutur Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.
Ia menjelaskan bahwa keterbatasan fasilitas kesehatan tidak hanya berdampak pada layanan reguler, tetapi sangat terasa ketika terjadi bencana. Salah satu yang disorot adalah kelengkapan peralatan di ruang ICU serta keterbatasan layanan pemulasaran jenazah korban bencana di RSUD Parit Malintang.
“Karena ternyata fasilitas kesehatan ini tidak hanya diperlukan ketika dalam pelayanan reguler saja, tetapi pada saat pelayanan kesehatan di waktu-waktu darurat seperti bencana yang kemarin kita lalui itu memang terasa kurang,” urainya.
Menurutnya kondisi tersebut menunjukkan perlunya dukungan anggaran dan kebijakan yang lebih kuat agar fasilitas kesehatan di daerah terdampak bencana dapat dilengkapi secara menyeluruh. Komisi IX DPR RI pun membuka ruang untuk menerima masukan dan usulan dari pemerintah daerah terkait skema pembiayaan, baik melalui APBN maupun mekanisme lainnya.
Selain penguatan fasilitas, ia juga menyatakan dukungan terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk membangun Rumah Sakit Umum Daerah baru di kawasan Sungai Limau, mengingat jarak RSUD yang ada saat ini dinilai cukup jauh bagi sebagian masyarakat.
“Kami juga mendukung ada rencana dari Pak Bupati Padang Pariaman untuk membangun Rumah Sakit Umum Daerah yang aru di daerah sungai Limau, Padang Pariaman yang memang itu sudah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat,” pesannya.
Komisi IX DPR RI, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mengawal pemulihan pasca bencana sebagai bagian dari upaya mitigasi, termasuk memastikan kesiapan fasilitas, obat-obatan, dan sumber daya kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung cepat dan efektif.
“Jadi kita concern sekali bahwa ini juga bagian daripada mitigasi mudah-mudahan tidak ada lagi bencana-bencana selanjutnya, tetapi kita siap dengan segala apapun yang terjadi termasuk dengan fasilitas kesehatan dan termasuk dengan peralatan, obat-obatan dan juga sumber daya kesehatan itu sendiri,” tutup Politisi Daerah Pemilihan Sumatera Barat II tersebut. •srw/rdn