E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Farmasi Terjepit Impor, Komisi VII Minta Pemerintah Bangun Industri Bahan Baku Obat

Diterbitkan
Jumat, 30 Jan 2026 14.19 WIB
Bagikan:
Farmasi Terjepit Impor, Komisi VII Minta Pemerintah Bangun Industri Bahan Baku Obat

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, usai memimpin rapat Komisi VII DPR dengan Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin terkait kondisi industri farmasi dan biofarmasi nasional, di.

PARLEMENTARIA, Bandung – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyoroti tingginya ketergantungan industri farmasi dalam negeri terhadap bahan baku impor yang dinilai masih sangat dominan. Kondisi ini dianggap menjadi tantangan serius bagi kemandirian dan ketahanan sektor kesehatan nasional. Terlebih, terungkapnya fakta bahwa 95 persen bahan baku obat yang digunakan oleh industri farmasi di Indonesia masih berasal dari luar negeri. 

“Ya kita miris juga ya. Ketergantungan daripada bahan baku, Daripada industri farmasi kita ini sangat tinggi ya Pak Dirjen. Tadi dibilang 95%, nah berarti kan ini PR bagi kita. Bagaimana ini? Kenapa sih kita gak bisa membuat industri ya kan bahan baku itu sendiri,” terang Evita usai memimpin rapat Komisi VII DPR dengan Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin terkait kondisi industri farmasi dan biofarmasi nasional, di PT Biofarma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).

Dalam rapat yang turut dihadiri oleh Holding BUMN Farmasi yakni Direktur Utama Bio Farma, Direktur Utama Kimia Farma, dan Direktur Utama Indofarma di PT Biro Farma, diketahui jika terdapat dua tantangan utama yang memengaruhi industri farmasi nasional. Diantaranya, tingginya ketergantungan bahan baku obat (BBO) yang mencapai lebih dari 90 persen dan persaingan harga e-katalog.

Menurutnya, situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dijawab melalui kebijakan industrialisasi yang terarah dan berkelanjutan. Sehingga, pembangunan industri farmasi nasional tidak bisa hanya berfokus pada produksi obat jadi. Namun, harus ada langkah strategis penguatan industri bahan baku agar Indonesia tidak berada dalam posisi rentan terhadap gangguan pasokan global.

Sehingga, dalam konteks investasi, Evita mengingatkan agar arah kebijakan pembangunan industri lebih difokuskan pada sektor hulu. Pemerintah perlu dengan cermat menentukan industri apa yang menjadi kebutuhan fundamental masyarakat saat ini, sebelum berinvestasi. Investasi yang masuk ke Indonesia dinilai perlu diarahkan untuk membangun industri bahan baku, bukan sekadar industri hilir guna mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat struktur industri nasional.

“Tentunya saya inginkan Danantara ya sekarang ini kan lagi memikirkan investasi apa nih yang cocok. Saya baca-baca di media akan melakukan investasi untuk membangun pabrik tekstil. Kalau saya bisa beri usulan, bukan pabrik tekstil yang dibutuhkan Indonesia saat ini, Indonesia membutuhkan industri untuk memproduksi bahan baku. Nah Danantara diminta konsentrasi deh untuk membangun industri bahan baku itu di Indonesia Karena ketergantungan kita yang sangat-sangat luar biasa,” tegas Evita.

Legislator Fraksi PDI-Perjuangan ini menegaskan, sektor kesehatan tidak kalah penting dibandingkan sektor pertanian dan pertahanan yang selama ini menjadi fokus pemerintah. Oleh karena itu, DPR mendorong agar industri farmasi, khususnya bahan baku obat, masuk dalam kategori program strategis nasional. Tanpa penguasaan bahan baku obat, Indonesia disebut akan terus menghadapi risiko dalam menjamin ketersediaan dan keberlanjutan layanan kesehatan.

“Saya minta ini (industri kesehatan) menjadi industri program strategis nasional. Dari Bapak Presiden, bagaimana juga kita ini, kebutuhan-kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan ini juga kita memiliki kemandirian dalam hal ini lagi-lagi kembali ke bahan baku, kan begitu.” tutupnya. •nap/aha

Berita terkait

Ketergantungan Impor Masih Tinggi, Komisi VII Dorong Kemandirian Industri Susu Nasional
Industri dan Pembangunan
Ketergantungan Impor Masih Tinggi, Komisi VII Dorong Kemandirian Industri Susu Nasional
Hulu-Hilir Industri Farmasi Masih Lemah, Perlu Dukungan Pemerintah
Industri dan Pembangunan
Hulu-Hilir Industri Farmasi Masih Lemah, Perlu Dukungan Pemerintah
Komisi VII Minta Kolaborasi Pusat-Pemda Bangun Sarana Sanggar di Sorong
Industri dan Pembangunan
Komisi VII Minta Kolaborasi Pusat-Pemda Bangun Sarana Sanggar di Sorong
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VII
Sebelumnya

Adang Daradjatun Apresiasi Kesiapan Polda dan Kejati Jatim Terapkan KUHP–KUHAP Baru

Selanjutnya

Komisi IX Desak Pusat Bantu Pemulihan RSUD dr Rasidin Padang Pasca Bencana Banjir

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h