
Anggota Komisi XII DPR Yulian Gunhar saat mengikuti Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII yang mengunjungi Kantor PT. pertamina Hulu Rokan di Pekanbaru, Riau, Jumat (23/1/2026). Foto : Jk/Andri.
“Jumlah sumur bertambah, tetapi produksinya menurun. Ini yang harus kita cermati bersama. Kinerja PHR harus didorong agar lifting minyak bisa lebih tinggi dari capaian saat ini,” ujar Gunhar saat mengikuti Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII yang mengunjungi Kantor PT. pertamina Hulu Rokan di Pekanbaru, Riau, Jumat (23/1/2026).
Menurut Politisi F-PDI Perjuangan ini, kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius, mengingat pemerintah telah menggelontorkan dana cost recovery yang sangat besar melalui APBN, yakni sekitar 8,5 hingga 8,7 miliar dolar AS, atau setara Rp144,5 triliun. Dana tersebut seharusnya berdampak langsung pada peningkatan lifting migas nasional.
Ia menegaskan, PHR memiliki posisi strategis sebagai tulang punggung peningkatan lifting migas nasional dalam rangka mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi. Dengan jumlah sumur yang jauh lebih banyak dibanding sebelumnya, potensi produksi dinilai seharusnya bisa lebih optimal.
Legislator Dapil Sumsel I ini mengungkapkan, terkait isu teknologi dan pasokan listrik yang sempat disampaikan dalam paparan internal, DPR menilai kedua hal tersebut seharusnya tidak menjadi kendala utama. Pemerintah dinilai memiliki ruang pembiayaan serta akses pembelajaran teknologi dari negara-negara produsen migas maju seperti Arab Saudi maupun negara Timur Tengah lainnya.
“Teknologi bisa kita pelajari, pembiayaan juga ada. Tinggal bagaimana formulanya dan bagaimana kinerjanya dimaksimalkan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti insiden kebocoran pipa gas yang berdampak pada terganggunya pasokan gas ke industri dan smelter. Peristiwa tersebut dinilai jarang terjadi, namun tetap perlu diusut secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kecurigaan dan gangguan berulang terhadap sektor energi nasional.
“Kami berharap, ke depan PHR dapat melakukan evaluasi menyeluruh dan meningkatkan efektivitas pengelolaan sumur migas, sehingga investasi besar negara benar-benar berbanding lurus dengan peningkatan produksi minyak dan gas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” harapnya. •jk/rdn