E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Soroti Tiga Titik Lemah Penindakan Disinformasi

Diterbitkan
Selasa, 9 Des 2025 15.41 WIB
Bagikan:
Soroti Tiga Titik Lemah Penindakan Disinformasi

Anggota Komisi I DPR RI, Junico B.P. Siahaan, saat mengikuti Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menkomdigi di Ruang Rapat Komisi I, Senin, (8/12/2025). Foto: Mahendra/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI, Junico B.P. Siahaan, menegaskan bahwa pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), belum memiliki sistem penanganan disinformasi yang kuat dan terintegrasi. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menkomdigi saat membahas efektivitas penindakan konten berbahaya serta kesiapan negara menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks, di Ruang Rapat Komisi I, Senin, (8/12/2025).

Menurut Nico, penindakan disinformasi oleh Kemkomdigi masih menghadapi tiga titik lemah utama, yaitu, Regulasi yang belum lengkap, termasuk belum adanya aturan terkait risiko dan penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI), Pengawasan yang lemah, baik dari sisi alat maupun sumber daya manusia, Penegakan hukum yang tidak tegas, serta tidak diikuti pengawalan berkelanjutan.

“Selama ini Kemkomdigi hanya berhenti pada take down. Setelah itu apa? Tidak bisa jawabannya hanya diserahkan ke Aparat penegak hukum. Kemkomdigi harus tetap mengawal proses penegakan hukumnya dan melaporkan secara berkala,” tegas Nico saat wawancara langsung.

Nico juga menyoroti keberadaan “black buzzer” yang beroperasi untuk menggiring opini publik, baik secara sadar maupun tidak sadar. Menurutnya, inilah salah satu penyebab masyarakat semakin bingung menentukan mana informasi yang benar.

“Buzzer ada di mana-mana, dan yang paling parah adalah mereka yang tidak tahu bahwa mereka sedang dipakai untuk mengarahkan opini,” ujar Nico.

Ia menilai ketiadaan efek jera membuat pelaku penyebaran disinformasi terus berkembang, bahkan mengalahkan mereka yang bekerja organik dan benar-benar menyuarakan aspirasi masyarakat.

Nico menegaskan bahwa disinformasi harus diperlakukan sebagai ancaman serius terhadap ketahanan nasional, sejajar dengan ancaman cyber warfare dan serangan digital lain yang dapat merusak mental, budaya, dan cara berpikir masyarakat.

“Kalau regulasi lemah dan penegakan hukum lembek, Indonesia akan jadi target empuk serangan digital,” ungkapnya.

Nico menutup dengan menegaskan bahwa Komisi I akan terus melakukan pengawasan dan tekanan kebijakan, namun tindakan tegas tetap berada pada kewenangan pemerintah. “Di Komisi I, kami memberikan dorongan, pengawasan, dan himbauan. Tindakan tegas tetap harus diberikan mandat oleh pimpinan pemerintah,” pungkasnya. •bit/aha

Berita terkait

Solusi Konkret Komisi V DPR RI Usai Tinjau Tiga Titik Bencana di Sumatra Barat, Apa Saja?
Industri dan Pembangunan
Solusi Konkret Komisi V DPR RI Usai Tinjau Tiga Titik Bencana di Sumatra Barat, Apa Saja?
Komisi II: Sistem Verifikasi Data Calon Jadi Titik Lemah Penyelenggaraan Pilkada
Politik dan Keamanan
Komisi II: Sistem Verifikasi Data Calon Jadi Titik Lemah Penyelenggaraan Pilkada
Komisi VIII Awasi Potensi Salah Sasaran Bansos di Tangerang, Data Kemiskinan Jadi Titik Lemah
Kesejahteraan Rakyat
Komisi VIII Awasi Potensi Salah Sasaran Bansos di Tangerang, Data Kemiskinan Jadi Titik Lemah
Tags:#Komisi I#Seputar Parlemen
Sebelumnya

Komisi II Paparkan Laporan Kinerja 2025, Rifqinizamy Tekankan Reformasi ASN

Selanjutnya

Komisi VI Tinjau Ketersediaan Pangan di Denpasar Guna Hadapi Puncak Libur Nataru

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h