E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Dewi Yustiana: Kebijakan Pemerintah yang Sering Berubah-Ubah, Buat Calon Investor Kabur

Diterbitkan
Rabu, 3 Des 2025 14.19 WIB
Bagikan:
Dewi Yustiana: Kebijakan Pemerintah yang Sering Berubah-Ubah, Buat Calon Investor Kabur

Anggota Komisi XII DPR RI Dewi Yustisiana. Foto : Dok/Andri.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI Dewi Yustisiana menilai kebijakan pemerintah yang terus berubah-ubah membuat sejumlah calon investor membatalkan rencana investasinya di Indonesia. Ia mengatakan, sebenarnya Indonesia memiliki banyak kesempatan untuk menjadi negara maju dalam puluhan tahun terakhir dengan menjaring banyak investor baru.

Contoh seperti kasus produsen mobil asal tiongkok, pemerintah memberikan insentif bagi pabrikan yang mengimpor mobil listrik secara utuh. Untuk diketahui, harusnya mobil listrik yang diimpor secara utuh kena bea masuk sebesar 50 persen dan PPnBM 15 persen. Namun berkat insentif dengan komitmen investasi, tak ada bea masuk dan PPnBM yang dibebankan terhadap mobil listrik CBU.

“Kebijakan yang menguntungkan produsen mobil asal tiongkok berbanding terbalik dengan produsen mobil yang sebelumnya sudah membangun pabriknya diIndonesia, hal ini mencontohkan bahwa kebijakan pemerintah ini terus menerus berubah-ubah,” ungkapnya saat RDP dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2/2025).

Adapun kebijakan insentif itu tertuang Peraturan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 1 Tahun 2024. Bagi produsen yang mengimpor mobilnya ke Indonesia, ada dua insentif yang bisa didapatkan yaitu bea masuk dan PPnBM nol persen.

Pada Pasal 2 ayat (2) dijelaskan, pemerintah memberikan insentif untuk impor mobil listrik berbasis baterai completely knock down (CKD) dalam jumlah tertentu yang akan dirakit di Indonesia dengan capaian Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimal 20% dan paling tinggi kurang dari 40% selama jangka waktu pemanfaatan insentif.

Menurutnya pasar juga menjadi skeptis karena pemerintah kerap meluncurkan kebijakan ekonomi yang mendadak tanpa perhitungan yang matang. Oleh karenanya, ia menilai kesalahan ini harus segera diperbaiki pemerintah agar kepercayaan pasar tidak terus merosot. Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah pemerintah harus membuat kebijakan yang lebih adil.

“Perhatian kepada setiap perusahaan yang sudah lebih dulu membangung pabriknya disini tak boleh dibiarkan, sebab bagaimanapun juga mereka sudah mempunyai banyak karyawan, setiap investor harus mempunyai kesempatan yang sama untuk berkompetisi,” tuturnya. •tn/aha

Berita terkait

Legislator Minta Pemerintah Koreksi Aturan dan Kebijakan yang Rugikan Industri Lokal
Industri dan Pembangunan
Legislator Minta Pemerintah Koreksi Aturan dan Kebijakan yang Rugikan Industri Lokal
Firman Soebagyo Ingatkan Risiko Capital Flight di Tengah Kebijakan Ekonomi Pemerintah
Industri dan Pembangunan
Firman Soebagyo Ingatkan Risiko Capital Flight di Tengah Kebijakan Ekonomi Pemerintah
Kepastian Hukum Jadi Kunci Jaga Kepercayaan Investor
Ekonomi dan Keuangan
Kepastian Hukum Jadi Kunci Jaga Kepercayaan Investor
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XII
Sebelumnya

Lepas 9 Pegawai Purnabakti, Sekjen DPR: Pengabdian Fondasi Kemajuan Setjen DPR

Selanjutnya

Melly Goeslaw Tekankan Konsistensi Regulasi LMK–KMK dan Penguatan Norma Digital

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3345)
  • Isu Lainnya(1023)
  • Kesejahteraan Rakyat(3349)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4081)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h