E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|PPPK|Bank Indonesia|RAPBN 2027
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 58%
Angin: 17 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|PPPK|Bank Indonesia|RAPBN 2027
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 58%
Angin: 17 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|PPPK|Bank Indonesia|RAPBN 2027
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 58%
Angin: 17 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Terlalu Bergantung pada Migas, Legislator Dorong Pengembangan Sumber PNBP Baru Lewat Pariwisata dan Olahraga

Diterbitkan
Rabu, 26 Nov 2025 10.36 WIB
Bagikan:
Terlalu Bergantung pada Migas, Legislator Dorong Pengembangan Sumber PNBP Baru Lewat Pariwisata dan Olahraga

Anggota Komisi XI DPR RI, Galih Dimuntur Kartasasmita saat mengikuti RDP Komisi XI DPR RI bersama Dirjen Anggaran serta Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, di Gedung Nusantara I, Senayan,.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI, Galih Dimuntur Kartasasmita menyoroti masih kuatnya ketergantungan Indonesia terhadap sektor migas dan pertambangan sebagai sumber utama Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Galih menilai fluktuasi harga komoditas global masih memberi pengaruh signifikan terhadap performa penerimaan negara.

“Kita ini masih sangat berpegangan teguh pada migas dan tambang. Ini terlihat sekali. Ketika harga komoditas turun, hasilnya begini, seret juga PNBP-nya,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI DPR RI bersama Dirjen Anggaran serta Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Politisi Fraksi Partai Golkar ini memahami bahwa tanggung jawab PNBP berada pada kementerian/lembaga (K/L), namun menekankan perlunya koordinasi yang lebih solid antara Kemenkeu dan seluruh K/L. “Tetap mesti ada pertemuan lebih tampaknya. Mungkin harus ada satgas khusus yang bisa dibikin dengan K/L untuk menciptakan PNBP-PNBP baru,” lanjutnya.

Galih mencontohkan transformasi ekonomi yang dilakukan Uni Emirat Arab (UEA) sejak 15 tahun lalu. Meski masih memproduksi minyak dan gas, negara tersebut telah menggeser sumber pendapatannya ke sektor pariwisata dan event olahraga global.

“Kalau kita lihat UAE itu sudah slide dari minyak dan gas, sudah mulai masuk ke sektor pariwisata. Kita ini saya belum begitu melihat pertambahan PNBP yang bisa didapat dari pariwisata,” tegas Legislator Dapil Jawa Barat IX ini.

Menurutnya, potensi pariwisata Indonesia terbuka sangat luas, dari Sabang sampai Merauke, namun belum digarap maksimal sebagai generator PNBP.

Lebih lanjut, Galih menyebutkan bahwa event olahraga internasional merupakan peluang besar untuk mendongkrak penerimaan negara. “Selain MotoGP kita harus bikin F1, selain itu kita bisa bikin pertandingan golf dunia, kita bisa macam-macam,” kata Galih.

Ia menekankan bahwa negara-negara seperti UAE, Qatar, dan Bahrain mampu melipatgandakan penerimaan melalui pengembangan sport tourism, dan Indonesia seharusnya mampu melakukan hal serupa.

Menutup pernyataannya, Galih meminta pemerintah lebih proaktif dan kreatif menggali potensi PNBP baru. “Saya takut kalau kita terus-terusan berpegangan pada migas dan tambang. Harus mulai melihat masa depan, bukan hanya renewable energy, tapi juga renewable beauty dari negara ini,” pungkasnya. •we/aha

Berita terkait

KUHAP dan KUHP Baru Dorong Restorative Justice dan Penghormatan HAM
Politik dan Keamanan
KUHAP dan KUHP Baru Dorong Restorative Justice dan Penghormatan HAM
Fokus Infrastruktur dan Promosi, Pariwisata Indonesia Jangan Bergantung pada APBN
Industri dan Pembangunan
Fokus Infrastruktur dan Promosi, Pariwisata Indonesia Jangan Bergantung pada APBN
Komisi VII Dorong Kaltara Kembangkan Pariwisata sebagai Sumber Ekonomi Baru
Industri dan Pembangunan
Komisi VII Dorong Kaltara Kembangkan Pariwisata sebagai Sumber Ekonomi Baru
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XI
Sebelumnya

Terima Duta Besar Azerbaijan, Bahas Penguatan Kerja Sama Multisektor RI–Azerbaijan

Selanjutnya

Pengawas Tenaga Kerja di Pangkal Pinang Minim, Komisi IX Dorong Digitalisasi dan Penguatan BLK

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1056)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3703)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4586)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|PPPK|Bank Indonesia|RAPBN 2027
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 58%
Angin: 17 km/h