E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|PPPK|Bank Indonesia|RAPBN 2027
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 58%
Angin: 17 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|PPPK|Bank Indonesia|RAPBN 2027
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 58%
Angin: 17 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|PPPK|Bank Indonesia|RAPBN 2027
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 58%
Angin: 17 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Indonesia Miliki Potensi Energi Geotermal Terbesar di Dunia: Optimalkan Potensi dan Edukasi ke Masyarakat

Diterbitkan
Senin, 24 Nov 2025 10.10 WIB
Bagikan:
Indonesia Miliki Potensi Energi Geotermal Terbesar di Dunia: Optimalkan Potensi dan Edukasi ke Masyarakat

Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI ke Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (21/11/2025). Foto: Eki/vel.

PARLEMENTARIA, Palembang – Komisi XII DPR RI menegaskan perlunya percepatan pengembangan geothermal sebagai sumber energi hijau yang paling potensial dan paling strategis bagi Indonesia. Hal ini disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI ke Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (21/11/2025).

Rokhmat menuturkan, Indonesia diketahui memiliki sekitar 40–50 persen cadangan geotermal dunia, yang menjadikannya salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia. Apabila dikelola secara optimal, kapasitas energi geotermal nasional diperkirakan mampu mencapai 23.000–24.000 megawatt, jumlah yang setara dengan kebutuhan listrik Pulau Jawa saat ini.

“Cadangan geothermal Indonesia mencapai hampir separuh cadangan dunia. Jika dimanfaatkan maksimal, kapasitasnya mampu menutup kebutuhan listrik Pulau Jawa, sekitar 23.000–24.000 megawatt,” jelas Rokhmat dalam pertemuan.

Rokhmat menjelaskan bahwa geothermal adalah energi yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan minim polusi. Selain menghasilkan listrik, pemanfaatan panas bumi juga dapat menciptakan ekosistem ekonomi baru bagi daerah melalui sektor pertanian, pariwisata, hingga usaha mikro.

“Geotermal itu energi hijau. Sangat ramah lingkungan dan dapat membangun ekosistem baru. Contohnya di Lahendong, Manado, dan Tomohon, pemanfaatan panas bumi mampu mendorong pariwisata dan memberikan pendapatan bagi daerah,” ujar Rokhmat.

Menurutnya, jika dikelola dengan pendekatan yang tepat, geotermal dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui dana bagi hasil (DBH), peningkatan lapangan pekerjaan, dan pemanfaatan panas bumi untuk fasilitas wisata seperti onsen atau pemandian air panas.

Meski memiliki potensi besar, pengembangan geotermal di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya lokasi sumber panas bumi berada di kawasan hutan lindung, resistensi atau kekhawatiran masyarakat adat, kurangnya edukasi publik bahwa geotermal aman dan ramah lingkungan, serta proses perizinan dan komersialisasi yang masih panjang.

“Ada kendala perizinan kehutanan, dan masih banyak masyarakat adat yang belum sepenuhnya percaya pada pengembangan geotermal. Mereka butuh edukasi bahwa geotermal itu aman dan punya banyak manfaat,” ungkap Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Rokhmat menambahkan bahwa pemerintah perlu meningkatkan sosialisasi, memberikan kepastian regulasi, serta menciptakan skema investasi yang menarik bagi pengembang.

Selain edukasi masyarakat, Rokhmat menilai perlu adanya insentif finansial dan regulasi agar tarif geotermal lebih menarik bagi investor. Pengembangan panas bumi memerlukan investasi besar dan jangka panjang, sehingga kepastian tarif dan mekanisme bagi hasil menjadi kunci.

“Perlu insentif agar tarifnya menarik untuk investor. Jika tarifnya kompetitif, investasi geothermal akan tumbuh dan daerah akan mendapat dana bagi hasil,” demikian Rokhmat. •eki/rdn

Berita terkait

Kasus OTT Kementerian Imigrasi Coreng Indonesia di Mata Dunia, Harusnya Diisi SDM Berintegritas
Politik dan Keamanan
Kasus OTT Kementerian Imigrasi Coreng Indonesia di Mata Dunia, Harusnya Diisi SDM Berintegritas
Masyarakat Diimbau Hemat Energi di Tengah Gejolak Global
Industri dan Pembangunan
Masyarakat Diimbau Hemat Energi di Tengah Gejolak Global
Konflik Israel–AS dengan Iran Ganggu Rantai Pasok Energi Dunia, Indonesia Harus Perkuat Ketahanan Migas
Industri dan Pembangunan
Konflik Israel–AS dengan Iran Ganggu Rantai Pasok Energi Dunia, Indonesia Harus Perkuat Ketahanan Migas
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XII
Sebelumnya

Kelengkapan Izin dan Kewajiban Operasional Harga Mati Perusahaan Tambang Peroleh Persetujuan RKAB

Selanjutnya

Perusahaan Tambang di Kalbar Harus Perkuat Program CSR

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1056)
  • Industri dan Pembangunan(3702)
  • Isu Lainnya(1052)
  • Kesejahteraan Rakyat(3703)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4582)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|PPPK|Bank Indonesia|RAPBN 2027
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 58%
Angin: 17 km/h