E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 91%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 91%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 91%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Komisi VI Desak Menteri Perdagangan Harus Hadir Bahas Kebijakan Baja Nasional

Diterbitkan
Selasa, 11 Nov 2025 12.11 WIB
Bagikan:
Komisi VI Desak Menteri Perdagangan Harus Hadir Bahas Kebijakan Baja Nasional

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid dalam agenda RDP Komisi VI DPR dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, BSN, Danantara, dan PT Krakatau Steel di Gedung Nusantara I, Senayan,.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Komisi VI DPR RI menyoroti absennya Menteri Perdagangan dalam proses pembahasan strategi penyelamatan kebijakan industri baja nasional. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menyayangkan jika Menteri Perdagangan menilai isu ini hanya sekadar mengurus teknis saja, padahal persoalan ini menyangkut kedaulatan ekonomi negara.

“Kita mengapresiasi kehendak luar biasa dari Presiden. Ini bukan sekadar urusan bisnis baja, tapi bagian dari upaya menegakkan kedaulatan ekonomi nasional dan menghargai produk dalam negeri,” ujar Nurdin dalam agenda Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, BSN, Danantara, dan PT Krakatau Steel di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Perlu diketahui, baja merupakan bagian dari urat nadi dari pembangunan industri infrastruktur, dan manufaktur yang kini menjadi penopang daya saing nasional. Oleh sebab itu, imbuhnya, kehadiran Menteri Perdagangan dalam pembahasan penyelamatan ini sangat krusial.

Tidak henti, dirinya menyoroti soal pentingnya menjaga keseimbangan antara eksekutif dan legislatif dalam pembahasan kebijakan strategis. “Menteri itu pembantu Presiden. Sedangkan DPR, secara konstitusi, setara dengan Presiden. Jadi ketika DPR mengundang, apalagi membahas kebijakan penting seperti industri baja, minimal Wamen yang hadir,” katanya.

Apalagi, tuturnya, kehadiran pejabat tingkat Menteri bukan semata soal protokoler, melainkan bagian dari penghormatan terhadap fungsi representasi rakyat. “Tidak mudah duduk di sini, kami memperjuangkan suara rakyat. Jadi, kalau kebijakan yang diambil pemerintah tidak berpihak kepada industri baja, DPR akan menegaskan posisinya,” pungkas Politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Sebagai informasi, kritik tersebut muncul di tengah kondisi industri baja nasional yang sedang menghadapi tekanan berat. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, produksi baja Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar 18 juta ton, menempatkan Indonesia di posisi ke-14 di dunia.

Namun, utilisasi kapasitas nasional baru menyentuh 52,7 persen, artinya separuh mesin pabrik masih menganggur. Sementara kebutuhan baja dalam negeri pada tahun 2025 diperkirakan naik menjadi 19,3 juta ton, sebagian besar masih dipenuhi dari impor murah, terutama asal Tiongkok.

PT Krakatau Steel menerangkan industri baja dalam negeri kini “berada di titik nadir” jika pemerintah tidak segera mengambil langkah protektif. Banjir baja impor, mesin pabrik tua, hingga belum masuknya sektor baja dalam kebijakan penurunan emisi nasional, memperlihatkan lemahnya arah industrialisasi negara ini.

Di tengah kondisi seperti itu, desakan Komisi VI DPR agar Menteri Perdagangan turun langsung bukan sekadar soal etika kelembagaan, tetapi panggilan untuk bertanggung jawab pada masa depan industri strategis bangsa. Sebab bagi Nurdin, tanpa keberpihakan nyata pemerintah, industri baja nasional akan terus tergerus di negara sendiri. •um/aha

Berita terkait

Transformasi BUMN Hingga Permasalahan Perdagangan Jadi Fokus Komisi VI
Industri dan Pembangunan
Transformasi BUMN Hingga Permasalahan Perdagangan Jadi Fokus Komisi VI
Komisi VI Desak Garuda Percepat Transformasi, Minta KPI Jelas
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Desak Garuda Percepat Transformasi, Minta KPI Jelas
Komisi VI Setujui Ratifikasi Persetujuan Preferensi Perdagangan Indonesia-Iran
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Setujui Ratifikasi Persetujuan Preferensi Perdagangan Indonesia-Iran
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VI
Sebelumnya

Legislator Dorong Transparansi Industri Air Minum Soal Sumber Air dan Informasi Produk

Selanjutnya

Komisi VII Desak Keterbukaan Industri Air Mineral Terkait Sumber air

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 91%
Angin: 5 km/h