E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
Berita/Politik dan Keamanan

Bernilai Ekonomi dan Kultural Tinggi, Komoditas Strategis Harus Terhimpun dalam Satu UU

Diterbitkan
Senin, 10 Nov 2025 11.51 WIB
Bagikan:
Bernilai Ekonomi dan Kultural Tinggi, Komoditas Strategis Harus Terhimpun dalam Satu UU

Anggota Baleg DPR RI Daniel Johan saat memimpin pertemuan di Universitas Hassanudin, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (7/11/2025). Foto : Gal/Andri.

PARLEMENTARIA, Makassar – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik dalam rangka penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis. Kunjungan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi dan masukan dari para sivitas akademika Universitas Hassanudin guna memperkuat landasan hukum dalam pengelolaan dan perlindungan komoditas strategis nasional.

Anggota Baleg DPR RI Daniel Johan menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah dan beragam, yang mencakup sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, hingga tanaman herbal dan endemik. Menurutnya, seluruh potensi tersebut merupakan karunia Tuhan yang harus dikelola sebaik-baiknya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Pasal 33 UUD 1945 sudah sangat jelas menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Karena itu, negara harus hadir melalui regulasi yang mampu melindungi dan mengoptimalkan potensi tersebut,” ujar Daniel saat memimpin pertemuan di Universitas Hassanudin, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (7/11/2025).

Daniel menambahkan, selama ini pengaturan terkait komoditas strategis masih tersebar di berbagai sektor sehingga belum memiliki arah kebijakan yang terintegrasi. Padahal, lanjutnya, komoditas-komoditas seperti padi, jagung, kopi, sawit, udang, hingga rempah-rempah dan tanaman herbal memiliki nilai ekonomi dan kultural yang tinggi serta berpotensi besar menjadi penopang perekonomian nasional.

“Kita perlu satu payung hukum yang jelas agar tata kelola, tata niaga, hilirisasi, hingga kebijakan ekspor-impor bisa berjalan terarah. Begitu pula insentif bagi petani, dukungan riset, dan perlindungan bagi pelaku usaha kecil di sektor ini,” ungkap Politisi Fraksi PKB tersebut.

Melalui penyusunan RUU Komoditas Strategis, Baleg DPR RI berharap akan tercipta kebijakan yang berkeadilan, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Daniel menegaskan pentingnya pendekatan yang menyeluruh dari hulu ke hilir agar sektor-sektor ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kualitas, keberlanjutan, dan nilai tambah bagi masyarakat.

“RUU ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan ekspor, membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkasnya. •gal/rdn

Berita terkait

Lalu Hadrian: RUU Statistik dan Satu Data Indonesia Perlu Diselaraskan dalam Satu Regulasi
Kesejahteraan Rakyat
Lalu Hadrian: RUU Statistik dan Satu Data Indonesia Perlu Diselaraskan dalam Satu Regulasi
Ketentuan Pidana dalam RUU Satu Data Indonesia Harus Mengacu pada KUHP dan KUHAP
Politik dan Keamanan
Ketentuan Pidana dalam RUU Satu Data Indonesia Harus Mengacu pada KUHP dan KUHAP
Penempatan Polri di Luar Institusi Harus Diatur dalam UU: Agar Jelas Batas dan Ruang Lingkupnya!
Politik dan Keamanan
Penempatan Polri di Luar Institusi Harus Diatur dalam UU: Agar Jelas Batas dan Ruang Lingkupnya!
Tags:#Seputar Parlemen#BADAN LEGISLASI
Sebelumnya

DPR RI Tegaskan Konsistensi Dukungan untuk Palestina di Forum Dialog Asia-Pasifik

Selanjutnya

Kemampuan Reproduksi Sapi Menurun, Kasus PMK di Boyolali Tahun Lalu Berdampak Ekonomi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1056)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4586)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI