E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Cari Alternatif Pendanaan, Bonnie Triyana Dorong Diplomasi Kebudayaan

Diterbitkan
Jumat, 3 Okt 2025 09.37 WIB
Bagikan:
Cari Alternatif Pendanaan, Bonnie Triyana Dorong Diplomasi Kebudayaan

Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, saat RDPU Panja Pelestarian Cagar Budaya Komisi X dengan sejumlah Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) di Indonesia, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, mendorong Kementerian Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) untuk bersikap lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola cagar budaya. Menurutnya, potensi narasi sejarah yang kuat pada situs-situs di Indonesia harus diangkat melalui kerja sama dan diplomasi transnasional.

Bonnie menekankan bahwa solusi terhadap keterbatasan anggaran tidak harus selalu berupa dana, melainkan dapat dicari melalui koneksi sejarah bersama dengan negara lain. 

“Kan selalu ada jalan kreatif dan jalan yang inovatif untuk mencari cara supaya kita bisa dapat pendanaan dari negara lain karena mereka punya keterpanggilan untuk mengerjakan ini semua,” ujar Bonnie, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Pelestarian Cagar Budaya Komisi X dengan sejumlah Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) di Indonesia, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (30/9/2025).

Bonnie memberikan beberapa contoh situs yang memiliki memori kolektif dengan bangsa lain, berpotensi untuk dijadikan narasi diplomasi budaya. Salah satunya adalah Boven Digoel (Papua) dan Australia, sebuah situs pembuangan tokoh-tokoh nasionalis di Boven Digoel yang memiliki koneksi sejarah dengan Australia, di mana lebih dari 500 orang Digoel dibawa dan ditahan di kamp seperti Kamp Kasino dan Kamp Koura. Narasi ini terkait dengan peristiwa The Black Armada, yang bisa dikoneksikan dengan Australia untuk mengangkat heritage Indonesia.

Selain itu, ia juga mencontohkan kisah Syekh Yusuf Al-Makassari dan Afrika Selatan. Tokoh ulama Syekh Yusuf, yang dibuang ke Cape Town, Afrika Selatan, meninggalkan jejak peninggalan yang kini dikenal dengan istilah “keramat” dalam bahasa mereka. Jejak ini juga dimiliki oleh tokoh-tokoh dari Ternate dan wilayah lain yang dibuang ke sana.

Bonnie meminta Kementerian Kebudayaan menggunakan diplomasi untuk bekerja sama dengan negara-negara tersebut. Tujuannya agar narasi sejarah yang kuat ini dapat dikemas dengan baik dan mendapatkan dukungan, karena negara lain memiliki shared memory atau memori kolektif yang sama.

“Kerja sama transnasional ini, internasional untuk mengangkat narasi ini, itu bisa mengundang juga. Jadi kreativitas dan inovasi untuk menggarap cagar budaya ini kita angkat lah sedikit. Dengan mengkoneksikan memori kolektif yang sama-sama dimiliki oleh bangsa lain. Tapi pusatnya tetap di Indonesia,” tutup Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini. •bia/rdn

Berita terkait

Proyek JORR Mandek, Komisi V DPR Dorong Alternatif Pendanaan
Industri dan Pembangunan
Proyek JORR Mandek, Komisi V DPR Dorong Alternatif Pendanaan
Komisi II Dorong Jawa Barat Cari Alternatif Sumber PAD Selain dari Pajak Ranmor
Politik dan Keamanan
Komisi II Dorong Jawa Barat Cari Alternatif Sumber PAD Selain dari Pajak Ranmor
Meitri Dukung Kemen-LH Perkuat Kemitraan Strategis dan Sumber Pendanaan Alternatif
Industri dan Pembangunan
Meitri Dukung Kemen-LH Perkuat Kemitraan Strategis dan Sumber Pendanaan Alternatif
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi X
Sebelumnya

Masalah Zonasi Timbulkan Tumpang Tindih, Bonnie: Sulitkan Penertiban Situs Cagar Budaya

Selanjutnya

Juliyatmono: Daerah Cagar Budaya Mayoritas Miskin dan Sulit Bersaing, Perlu Revisi UU

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h