E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 72%
Angin: 12 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 72%
Angin: 12 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 72%
Angin: 12 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Kontaminasi Cesium-137 pada Cengkeh RI Berpotensi Ganggu Program Ekonomi Hijau Prabowo

Diterbitkan
Kamis, 2 Okt 2025 10.04 WIB
Bagikan:
Kontaminasi Cesium-137 pada Cengkeh RI Berpotensi Ganggu Program Ekonomi Hijau Prabowo

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman. Foto: Oji/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menyoroti temuan kontaminasi zat radioaktif Cesium-137 pada produk cengkeh asal Indonesia. Menurutnya, temuan tersebut dapat mengancam gagasan ekonomi hijau yang menjadi bagian dari Astacita Presiden Prabowo Subianto.

“Produk Cengkeh ini merupakan tanaman rempah yang telah diminati berbagai bangsa dari belahan dunia sejak dulu kala. Sebagai negara penghasil cengkeh terbesar di dunia, kita semua harus melindungi tanaman rempah ini, agar bisa terus diperdagangkan secara leluasa di pasar global,” kata Alex dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Pernyataan ini disampaikan Alex sebagai respons atas temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA) yang melaporkan adanya kontaminasi Cesium-137 pada cengkeh asal Indonesia. Sebelumnya, FDA juga menemukan kasus serupa pada produk udang beku dari Indonesia.

Adapun Cesium-137 adalah salah satu zat radioaktif yang bisa mencemari makanan dan berisiko membahayakan kesehatan. Paparan radiasi dari cesium-137 melalui makanan dapat menyebabkan gangguan organ, kerusakan sel, hingga meningkatkan risiko terjadinya kanker.

Meski kadar radiasi Cesium-137 yang ditemukan FDA pada cengkeh asal Indonesia masih dinyatakan dalam ambang aman, Alex menekankan pentingnya kewaspadaan karena kontaminasi ditemukan di dalam kontainer pengiriman.

“Tingginya kesadaran masyarakat global akan standar keamanan produk pangan, sejatinya sebangun dengan Ekonomi Hijau yang ada di Asta Cita Presiden Prabowo,” terang Legislator asal Dapil Sumatera Barat itu.

“Sayang, implementasinya di jajaraan kementrian dan lembaga masih belum jelas,” imbuh Alex.

Untuk itu, pimpinan komisi pertanian DPR ini mendesak agar Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) segera turun tangan guna melakukan investigasi mendalam. Menurut Alex, investigasi perlu dilakukan untuk menjaga kualitas rempah Indonesia.

“Hasil investigasi Bapeten ini, walaupun pahit, harus dipublikasikan ke publik. Sehingga, citra positif kita sebagai negara terbesar pengekspor bahan rempah di dunia, terus terjaga,” ungkapnya. 

“Selain itu, Bapeten juga bisa melindungi pasar domestik, dari kasus serupa,” tambah Alex.

Alex juga menekankan perlunya pelibatan aktif Bapeten dalam proses impor bahan pangan, bersama Badan Karantina, BBPOM, dan lembaga lainnya. Namun, menurutnya, perlu dijaga agar penambahan lembaga tidak menghambat jalannya usaha.

“Untuk menjaga industri bahan pangan kita, semestinya memerlukan tambahan lembaga agar konsumen terlindungi secara maksimal. Namun, jangan sampai penambahan itu, jadi hambatan baru,” tutup Alex. •rdn

Berita terkait

Presiden RI Dorong Ekonomi Hijau, Fauzi Amro Tekankan Pentingnya Implementasi Konkret di Seluruh Sektor
Populer
Presiden RI Dorong Ekonomi Hijau, Fauzi Amro Tekankan Pentingnya Implementasi Konkret di Seluruh Sektor
Ekonomi Hijau Berpeluang Ciptakan Lapangan Kerja
Industri dan Pembangunan
Ekonomi Hijau Berpeluang Ciptakan Lapangan Kerja
Larangan Jual Rokok Ketengan Berpotensi Berdampak Ekonomi pada Pelaku Usaha Kecil
Industri dan Pembangunan
Larangan Jual Rokok Ketengan Berpotensi Berdampak Ekonomi pada Pelaku Usaha Kecil
Tags:#Berita Utama#Komisi IV
Sebelumnya

Banyak Kasus Keracunan, Ahli Gizi di SPPG Harus Bekerja Optimal Jaga Kualitas Makanan

Selanjutnya

Keracunan MBG Terus Berulang, Komisi IX Dorong Pemanfaatan Dapur Sekolah

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 72%
Angin: 12 km/h