E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Daniel Johan Desak Pemerintah Tangani Serius Wabah Ternak Babi di NTT

Diterbitkan
Kamis, 25 Sep 2025 13.11 WIB
Bagikan:
Daniel Johan Desak Pemerintah Tangani Serius Wabah Ternak Babi di NTT

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, saat bertukar cinderamata usai pertemuan di Kupang, NTT, Senin (22/9/2025). Foto: Arief/vel.

PARLEMENTARIA, Kupang – Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mendesak pemerintah pusat agar segera turun tangan menangani wabah virus yang menyebabkan kematian massal ternak babi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menilai, hingga saat ini belum ada upaya serius dari Kementerian Pertanian dan Direktorat Jenderal Peternakan dalam merespons bencana tersebut.

Daniel mengungkapkan bahwa wabah ini telah menewaskan lebih dari 200 ribu ekor babi, yang secara ekonomi ditaksir menimbulkan kerugian hingga Rp 1,7 triliun. Ia menekankan, kejadian ini sangat memukul masyarakat NTT yang menjadikan ternak babi sebagai salah satu sumber utama pangan dan pendapatan.

“Ini menyangkut hajat hidup rakyat. Babi bukan hanya komoditas biasa di NTT, tapi bagian dari kebutuhan pokok dan budaya. Kalau tidak segera ditangani, kemiskinan bisa semakin parah,” ujar Daniel kepada Perlementaria, Prov NTT, Kupang, senin (22/9/2025).

Lebih lanjut, Daniel juga mengkritisi keputusan pemerintah pusat yang cenderung menyerahkan penanganan kepada pihak asing, seperti FAO (organisasi pangan dan pertanian). Menurutnya, tanggung jawab atas krisis ini seharusnya ada di pundak pemerintah sendiri, bukan bergantung pada lembaga internasional. “Masa penanganan wabah diserahkan ke FAO, Pemerintah pusat harusnya segera menganggarkan dana, kirim vaksin, dan latih petugas di lapangan. Ini darurat,” tegas Daniel.

Ia menilai bahwa regulasi terkait penanganan sebenarnya sudah ada, namun pelaksanaan dan keberpihakan terhadap rakyat masih sangat lemah. Daniel mendorong agar Kementerian Pertanian menunjukkan empati dan keberanian dalam mengambil tindakan cepat dan nyata.

Ditempat yang sama, selain menyoroti krisis ternak, Daniel Johan juga menerangkan potensi besar NTT dalam sektor pertanian, khususnya komoditas jagung. Ia menyatakan bahwa kualitas jagung dari NTT sangat baik dan layak dijadikan sebagai komoditas unggulan nasional.

“Jagung di NTT sangat cocok untuk peternak. Kalau sudah terbukti unggul, kenapa pemerintah tidak fokuskan saja di sini? Jadikan NTT sebagai lumbung jagung nasional,” katanya.

Daniel menilai kebijakan pertanian seharusnya diarahkan pada daerah-daerah yang sudah terbukti memiliki keunggulan komoditas, bukan menyebarkan anggaran ke daerah yang potensinya tidak unggul.

Selain komoditas jagung, Politisi Fraksi PKB juga menjelaskan terkait tumpukan beras impor dari Vietnam yang masih tersimpan di gudang Bulog dan mulai menguning. Ia mempertanyakan lambannya distribusi dan menilai hal ini sebagai bentuk kelalaian pemerintah.

“Itu beras sudah kuning, saya tidak yakin masih layak untuk SPHP. Jangan sampai malah merugikan negara dan masyarakat. Untuk ternak pun belum tentu aman,” ungkapnya.

Daniel mendorong agar pemerintah segera mengambil kebijakan cepat, baik mendistribusikan, mengalihkan fungsi, atau menarik beras tersebut dari gudang, agar tidak menambah kerugian dan mengganggu program penyerapan hasil panen petani lokal. “Kalau terus menumpuk, gudang Bulog akan penuh. Nanti gabah dari petani lokal malah tidak bisa diserap,” pungkasnya. •afr/aha

Berita terkait

Legislator Desak Pemerintah Segera Tangani Tujuh Jembatan Kritis di Aceh
Industri dan Pembangunan
Legislator Desak Pemerintah Segera Tangani Tujuh Jembatan Kritis di Aceh
Musa Rajekshah Desak Pemerintah Segera Tangani Hunian Korban Pascabencana di Sumut
Industri dan Pembangunan
Musa Rajekshah Desak Pemerintah Segera Tangani Hunian Korban Pascabencana di Sumut
Sampaikan Belasungkawa, Lisda Hendrajoni Desak Pemerintah Segera Tangani Bencana di Sumbar
Kesejahteraan Rakyat
Sampaikan Belasungkawa, Lisda Hendrajoni Desak Pemerintah Segera Tangani Bencana di Sumbar
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IV
Sebelumnya

Harris Turino Usulkan Jasa Raharja Perkuat Posisi sebagai Asuransi Sosial

Selanjutnya

Harris Turino: Taspen Harus Masuk Pengawasan OJK

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3345)
  • Isu Lainnya(1023)
  • Kesejahteraan Rakyat(3349)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4081)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h