E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Sekolah Rakyat Harus Jadi Pendorong Perbaikan, Bukan Pemicu Kecemburuan

Diterbitkan
Senin, 21 Jul 2025 14.08 WIB
Bagikan:
Sekolah Rakyat Harus Jadi Pendorong Perbaikan, Bukan Pemicu Kecemburuan
PARLEMENTARIA, Surakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya menyoroti munculnya kecemburuan sosial dari masyarakat terhadap hadirnya Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial. Ia menyampaikan bahwa banyak masyarakat yang mempertanyakan keadilan dalam pemerataan kualitas pendidikan.

“Ketika saya menyampaikan informasi tentang Sekolah Rakyat ke masyarakat, 70 persen tanggapannya justru bernada kecemburuan. Mereka mempertanyakan, ‘Bagaimana dengan sekolah negeri kami?’ Bahkan ada yang menyebut kursinya rusak, atapnya hampir roboh, dindingnya pun bukan dari tembok,” ujar Atalia Praratya, kepada Parlementaria usai kunjungan ke Sekolah Rakyat Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (16/07/2025).

Namun, menurut Atalia, hal ini tidak seharusnya menjadi alasan untuk menurunkan standar Sekolah Rakyat, melainkan menjadi pemicu perbaikan sistemik di sektor pendidikan nasional.

“Ini bukan alasan untuk mundur ke belakang. Bukan berarti Kemensos menurunkan kualitasnya, justru sekolah negeri yang harus berbenah. Ini menjadi tantangan bagi Kemendikbud, karena sekarang mereka punya ‘pesaing’ dalam hal kualitas layanan pendidikan,” jelasnya.

Atalia menekankan bahwa program Sekolah Rakyat adalah proyek strategis nasional pertama yang secara langsung menargetkan pemutusan rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

“Ini adalah proyek pertama di Indonesia yang fokus pada bagaimana memutus rantai kemiskinan. Dan saya kira niat baik ini tidak boleh disia-siakan. Harus dijaga, dikawal, dan ditingkatkan agar betul-betul memberi dampak pada perekonomian keluarga peserta didik,” ungkapnya.

Lebih jauh, Atalia meminta agar tidak ada labelisasi negatif terhadap anak-anak Sekolah Rakyat. Ia menolak keras bila peserta didik dilekatkan dengan identitas sebagai “anak miskin” atau “korban kemiskinan ekstrem”.

“Anak-anak ini tidak boleh diberikan cap seperti itu. Mereka bukan anak miskin, mereka adalah anak hebat, anak kuat, dan anak tangguh. Mereka harus bangga sebagai lulusan Sekolah Rakyat, punya kepercayaan diri, dan mampu hadir di tengah masyarakat sebagai panutan,” tegasnya.

Kami juga, berharap Sekolah Rakyat akan melahirkan generasi baru yang berdaya, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga menjadi motor perubahan di lingkungan sekitarnya. •upi/rdn

Berita terkait

Bukan Sekadar Pendidikan, Sekolah Rakyat Jadi Pembinaan Sosial
Industri dan Pembangunan
Bukan Sekadar Pendidikan, Sekolah Rakyat Jadi Pembinaan Sosial
APBN Harus Jadi Pelindung Rakyat, Bukan Penyangga Risiko Bisnis
Ekonomi dan Keuangan
APBN Harus Jadi Pelindung Rakyat, Bukan Penyangga Risiko Bisnis
Atalia Praratya: Sekolah Rakyat Harus Jadi Gerbang Masa Depan Anak Rentan
Kesejahteraan Rakyat
Atalia Praratya: Sekolah Rakyat Harus Jadi Gerbang Masa Depan Anak Rentan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VIII
Sebelumnya

Sengketa Pulau Kawi-Kawia, Legislator Dorong Penyelesaian Berbasis Budaya

Selanjutnya

Tak Ada Dana Rehab, Pembangunan Asrama Haji Grand El Hajj Harus Selesai Tepat Waktu

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h