E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Fauzi Amro Soroti Tumpang Tindih Regulasi Hambat Operasional Pusat Logistik Berikat

Diterbitkan
Rabu, 21 Mei 2025 13.33 WIB
Bagikan:
Fauzi Amro Soroti Tumpang Tindih Regulasi Hambat Operasional Pusat Logistik Berikat
PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro menyoroti tumpang tindih regulasi antar kementerian dan lembaga yang dinilainya menjadi kendala utama dalam operasional Pusat Logistik Berikat (PLB). Ia menilai permasalahan tersebut berdampak langsung terhadap terhambatnya aktivitas ekspor, terutama di wilayah Sumatera Selatan.

“Kendala utama PLB itu, Pak, setelah kita kunjungi secara spesifik kemarin, khususnya di Sumatera Selatan, memang tumpang tindih terhadap regulasi yang sudah ada. Baik itu di Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Badan Karantina, dan BPDPKS,” ujar Fauzi dalam rapat bersama mitra kerja pemerintah, Senin (19/5/2025).

Fauzi menyebutkan contoh konkret, yakni kebijakan dari Badan Karantina yang mewajibkan produk ekspor mengendap terlebih dahulu sebelum dapat dikirim. Menurutnya, hal ini berdampak pada bertambahnya biaya logistik yang harus ditanggung eksportir.

“Contoh konkret misalnya, Badan Karantina itu membuat semua produk yang mau diekspor harus mengendap dulu, atau istilahnya biar ‘pool’ dulu, satu kontainer atau dua kontainer. Ini kan menambah rangkaian biaya yang dikeluarkan oleh eksportir,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti peraturan dari Kementerian Perdagangan yang mewajibkan pemenuhan kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) sebelum produk dapat diekspor. Sementara itu, kebijakan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) turut menjadi beban, karena menaikkan tarif pungutan ekspor dari 5 persen menjadi 25 persen kepada pelaku usaha.

“Ini juga jadi problem, Pak, dalam konteks memperlancar niat kita, niat Ibu Menteri Keuangan, yang sudah hampir 9–10 tahun ini menjalankan kebijakan PLB,” tambahnya.

Fauzi mendorong agar Kementerian Keuangan dan lembaga terkait segera melakukan terobosan kebijakan guna mengatasi tumpang tindih regulasi tersebut.

“Minimal dilakukan harmonisasi di internal kementerian, apakah dalam bentuk peraturan menteri (Permen) atau peraturan menko (Permenko), supaya ekspor yang tertahan dan terhambat tadi tidak berujung pada kerugian lebih besar,” jelas legislator dari Fraksi Partai NasDem itu.

Ia mengingatkan bahwa hambatan tersebut dapat berdampak serius terhadap keberlangsungan pelaku usaha kecil dan menengah. “Ketika dia terhambat, UMKM-nya akan putus, Pak. UMKM-nya akan mati. Beberapa pabrik di Sumatera Selatan, di Palembang, sudah banyak yang tutup,” ungkap Fauzi.

“Dan kejadian ini saya rasa tidak hanya terjadi di Sumatera Selatan, tapi juga di berbagai provinsi lain di Indonesia,” tutupnya. •hal/aha

Berita terkait

Soroti Tumpang Tindih Regulasi Gula, Rieke Diah Minta Pemerintah Harmonisasi Aturan
Industri dan Pembangunan
Soroti Tumpang Tindih Regulasi Gula, Rieke Diah Minta Pemerintah Harmonisasi Aturan
Didik Soroti Potensi Penyalahgunaan Pusat Logistik Berikat untuk Masuknya Barang Ilegal
Ekonomi dan Keuangan
Didik Soroti Potensi Penyalahgunaan Pusat Logistik Berikat untuk Masuknya Barang Ilegal
Puteri Komarudin: Perketat Pengawasan di Pusat Logistik Berikat
Ekonomi dan Keuangan
Puteri Komarudin: Perketat Pengawasan di Pusat Logistik Berikat
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XI
Sebelumnya

RSUD Banten Dipertimbangkan Jadi Provider Jamkestama, BURT Apresiasi Fasilitas dan Layanan

Selanjutnya

BURT Dorong Sinergi Pelayanan Kesehatan di Daerah, Kunjungi RSUD Banten

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h