E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 88%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 88%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Ancaman Narkoba Masif di Riau, Anggota Komisi VIII Dorong Edukasi dan Perlindungan Anak

Diterbitkan
Rabu, 7 Mei 2025 16.24 WIB
Bagikan:
Ancaman Narkoba Masif di Riau, Anggota Komisi VIII Dorong Edukasi dan Perlindungan Anak
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad, menyoroti maraknya peredaran narkoba di wilayah Riau, khususnya melalui jalur masuk Dumai yang diduga kuat menjadi pintu utama penyelundupan narkotika dari Malaysia. Temuan ini disampaikan Achmad usai kunjungan kerja ke Malaysia bersama Badan Pengkajian MPR RI yang dipimpin oleh Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Dalam konteks tugas Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan sosial, keagamaan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta penanggulangan bencana, Achmad menekankan bahwa peredaran narkoba bukan sekadar persoalan hukum, melainkan darurat sosial dan kemanusiaan yang mengancam masa depan bangsa.

“Dari informasi yang kami terima langsung dari Parlemen Malaysia, hampir setiap bulan ratusan ton narkoba masuk ke Dumai. Ini mengkhawatirkan karena dari sana barang haram ini menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Rokan Hulu yang menjadi daerah pemilihan saya,” kata Achmad kepada Parlementaria di Jakarta, Selasa (6/5/2025).

Menurut Achmad, berdasarkan pemantauannya di sejumlah desa, masyarakat kini sangat resah karena penyalahgunaan narkoba telah menyasar anak-anak usia sekolah dasar hingga SMA. Ia menyebut kondisi ini sebagai “ancaman serius terhadap generasi muda” yang berpotensi menghancurkan masa depan Indonesia.

Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menguatkan kekhawatiran Achmad. Pada tahun 2023, Riau tercatat sebagai salah satu provinsi dengan prevalensi penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia, yaitu 1,97% dari total penduduk usia produktif. Angka ini menunjukkan urgensi penanganan yang lebih terintegrasi dan massif.

Achmad mendorong kolaborasi lintas lembaga dan masyarakat dalam menangani persoalan ini, sesuai dengan semangat kerja Komisi VIII yang kerap mendorong program-program pemberdayaan dan edukasi sosial. Ia menyarankan pendekatan berbasis komunitas dan nilai keagamaan sebagai strategi pencegahan.

“Edukasi bisa melalui pendekatan keagamaan, kegiatan di masjid, pengajian, serta kegiatan olahraga dan seni. Anak-anak kita harus diarahkan pada aktivitas positif. Ini bagian dari fungsi perlindungan anak yang menjadi tanggung jawab Komisi VIII,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk berani melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba, dengan jaminan perlindungan dari aparat hukum. Achmad menilai pentingnya sistem perlindungan pelapor sebagai bagian dari upaya preventif dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap jajaran kepolisian, khususnya Polda Riau hingga Polsek di tingkat desa, benar-benar serius. Namun upaya ini tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi dengan tokoh agama, tokoh adat, dan akademisi,” tegasnya.

Sebagai bagian dari Komisi VIII, Achmad menegaskan komitmennya untuk mendorong program sosial yang mendukung rehabilitasi korban narkoba dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat dari ancaman narkotika. “Ini bukan hanya tanggung jawab aparat. Ini tanggung jawab bersama. Negara harus hadir melindungi generasi mudanya,” tutup Achmad. •ssb/aha

Berita terkait

Komisi VIII Dorong Percepatan Ditjen Pesantren dan Kepastian Status Guru Pesantren
Kesejahteraan Rakyat
Komisi VIII Dorong Percepatan Ditjen Pesantren dan Kepastian Status Guru Pesantren
Nico Siahaan: Perkuat Pengamanan Pesisir dan Perlindungan WNI di Tengah Konflik Global
Politik dan Keamanan
Nico Siahaan: Perkuat Pengamanan Pesisir dan Perlindungan WNI di Tengah Konflik Global
UMKM di Tangsel Punya Potensi Besar, Komisi VII Dorong Kolaborasi Daerah dan Pusat
Industri dan Pembangunan
UMKM di Tangsel Punya Potensi Besar, Komisi VII Dorong Kolaborasi Daerah dan Pusat
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VIII
Sebelumnya

BKSAP Dorong Solusi Regional untuk Pengungsi Rohingya

Selanjutnya

RUU Penyiaran Dorong Kepastian Hukum dan Jaga Ruang Digital yang Sehat

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 88%
Angin: 3 km/h