E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 78%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 78%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 78%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Tingkatkan Produktivitas, Puteri Komarudin Dorong Peremajaan Lahan Kakao dan Kelapa

Diterbitkan
Rabu, 19 Feb 2025 14.38 WIB
Bagikan:
Tingkatkan Produktivitas, Puteri Komarudin Dorong Peremajaan Lahan Kakao dan Kelapa
PARLEMENTARIA, Jakarta – Sesuai Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) beralih menjadi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Lembaga ini nantinya juga akan menghimpun, mengelola, dan menyalurkan Dana Perkebunan, yang berasal dari kelapa sawit, kakao, dan kelapa. Dana tersebut di antaranya digunakan untuk peremajaan perkebunan.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin mendorong BPDP untuk melaksanakan program peremajaan lahan kakao dan kelapa guna meningkatkan produktivitas. 

“Saat ini, kita memang masuk dalam jajaran 4 besar produsen kakao terbesar di dunia, dan sekaligus menjadi penghasil kakao terbesar di kawasan Asia. Tapi, menurut BPS, produksi kakao kita tercatat terus menurun menjadi 632 ribu ton pada 2023, dibandingkan tahun 2019 mencapai 734 ribu ton,” ucap Puteri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komis XI bersama Dirut BPDP Eddy Abdurrachman, di Ruang Rapat Kerja Komisi XI, Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (17/2/2025).

Lebih lanjut, Puteri menyebut penurunan produksi kakao sejalan dengan pengurangan luas area perkebunan kakao menjadi 1,39 juta pada 2023. Padahal, pada tahun 2019, luas area kakao kita bisa menyentuh 1,56 juta.

“Hal ini disebabkan alih fungsi lahan ke komoditas lain yang lebih menguntungkan, seperti sawit dan tebu. Selain itu, kurangnya insentif bagi petani kakao juga turut mempercepat peralihan lahan kakao,” urai Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Puteri menilai peningkatan produktivitas kakao diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan mengurangi ketergantungan impor kakao. Pada tahun 2023, volume impor kakao Indonesia tercatat sekitar 340,45 ribu ton. Sementara, volume ekspor kakao tercatat 339,99 ribu ton. 

“Meski Indonesia menjadi salah satu produsen kakao terbesar di dunia, tapi kita juga masih tetap impor kakao. Ini karena ketersediaan kakao lokal tidak mencukupi, baik dari segi kualitas maupun kuantitas,” papar Puteri. 

Selain itu, Puteri juga menguraikan penurunan produksi buah kelapa menjadi 2,89 juta pada tahun 2023. Padahal, pada tahun 2008, produksi kelapa bisa mencapai 3,23 juta ton. “Menurut Bappenas, produktivitas kelapa di Indonesia masih stagnan di angka 1,1 ton per hektar, dimana 98,95 persen lahan merupakan kebun rakyat tradisional yang belum terorganisir dengan baik. Luas lahan yang tidak menghasilkan karena tanaman yang sudah tua dan memerlukan replanting,” ujar Puteri. 

Menutup keterangannya, Puteri mendorong BPDP untuk menyiapkan peta jalan (roadmap) pengelolaan dana dan kebijakan hilirisasi komoditas kakao dan kelapa. Sehingga, peta jalan ini dapat menjadi acuan BPDP dalam menyusun target peremajaan lahan, hingga proyeksi penerimaan negara dari pungutan pada komoditas ini.  •rnm/rdn

Berita terkait

Puteri Komarudin Dorong DJP Tingkatkan Edukasi Coretax
Ekonomi dan Keuangan
Puteri Komarudin Dorong DJP Tingkatkan Edukasi Coretax
Seleksi Pimpinan OJK, Puteri Komarudin Dorong Kepemimpinan yang Responsif dan Inovatif
Ekonomi dan Keuangan
Seleksi Pimpinan OJK, Puteri Komarudin Dorong Kepemimpinan yang Responsif dan Inovatif
Puteri Komarudin Dorong Penyelesaian Regulasi Bea Keluar Emas, Batubara dan Cukai MBDK
Ekonomi dan Keuangan
Puteri Komarudin Dorong Penyelesaian Regulasi Bea Keluar Emas, Batubara dan Cukai MBDK
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XI
Sebelumnya

Infrastruktur Dasar Kunci Penguatan Pariwisata dan Pendapatan Negara

Selanjutnya

Orientasi untuk TA: Berperan Strategis Dukung Kinerja Anggota

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 78%
Angin: 4 km/h