E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Masyarakat Adat|NTB|hakim agung|hakim adhoc|miras|Garut|Gili Meno|Newport|RUU Perampasan Aset|sekolah|karhutla|Potensi Lokal|Temuan Senjata Api
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Masyarakat Adat|NTB|hakim agung|hakim adhoc|miras|Garut|Gili Meno|Newport|RUU Perampasan Aset|sekolah|karhutla|Potensi Lokal|Temuan Senjata Api
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Masyarakat Adat|NTB|hakim agung|hakim adhoc|miras|Garut|Gili Meno|Newport|RUU Perampasan Aset|sekolah|karhutla|Potensi Lokal|Temuan Senjata Api
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Hendrik Lewerissa: Pemberian PMN 2025 untuk Perbaiki Permodalan Asabri

Diterbitkan
Kamis, 11 Jul 2024 09.41 WIB
Bagikan:
Hendrik Lewerissa: Pemberian PMN 2025 untuk Perbaiki Permodalan Asabri

Anggota Komisi VI DPR RI Hendrik Lewerissa dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI dengan PT Asabri, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2024). Foto : Geral/Andri.

PARLEMENTARIA, Jakarta – PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) kembali mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2025 sebesar Rp3,6 triliun. PMN tersebut nantinya akan digunakan untuk perbaikan permodalan Asabri.

Melihat usulan tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Hendrik Lewerissa mengatakan suntikan PMN tahun 2025 untuk Asabri mau tidak mau harus dilakukan. Sebab, Asabri merupakan perusahaan negara yang berkaitan langsung dengan nasib dan kesejahteraan dari purnawirawan TNI/Polri dan PNS di lingkungan TNI/Polri.

“Saya setuju Asabri membutuhkan PMN. Karena saya tidak mau nanti rakyat dirugikan dan ada instrumen negara di situ yang harus dipertanggungjawabkan, dan saya tidak mau juga kalau tidak diselamatkan nanti, atau tidak dibantu, nanti Asabri menjadi kontributor (yang) merusak citra industri (asuransi) di tanah air,” kata Hendrik dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI dengan PT Asabri, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2024).

“Karena saya tidak mau nanti rakyat dirugikan dan ada instrumen negara di situ yang harus dipertanggungjawabkan”

Hendrik menekankan, pemerintah tidak bisa menutup mata terhadap permasalahan adanya gap yang sangat besar antara penerimaan premi dan pembayaran klaim yang terjadi di Asabri. Untuk itu, suntikan PMN menjadi langkah yang bisa dilakukan agar Asabri tidak menjadi kontributor dalam memperburuk industri perasuransian di Indonesia.

“Negara sebagai pemilik (saham) tidak ada pilihan lain. Dalam hukum perseroan terbatas, dalam kondisi perusahaan yang memang membutuhkan dana untuk menyelamatkan perusahaan, pemegang saham secara holder harus mengambil langkah yang dipandang perlu untuk memenuhi kewajiban perusahaan kepada pihak ketiga,” terang Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Adapun, dalam kesimpulan rapat Komisi VI dengan Asabri, Komisi VI meminta PT Asabri (Persero) untuk melakukan pemulihan keuangan untuk mencegah defisit keuangan dan memastikan keberlanjutan operasional perusahaan. Asabri juga diminta memenuhi kewajiban kepada seluruh peserta, yaitu prajurit TNI, anggota Polri dan ASN Kementerian Pertahanan untuk menjaga kepercayaan terhadap sistem jaminan sosial mereka.

Selain itu, Asabri harus melakukan peningkatan tata kelola perusahaan dengan pengawasan ketat dan penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG), sehingga diharapkan pengelolaan perusahaan menjadi lebih transparan, akuntabel dan profesional. Terakhir, Asabri diminta melakukan penguatan dan pengelolaan investasi untuk mengurangi resiko kerugian dan meningkatkan potensi keuntungan di masa yang akan datang. •bia/rdn

Berita terkait

Komisi XI Ingatkan Empat BUMN Tekankan Akuntabilitas Usai Evaluasi PMN 2025
Ekonomi dan Keuangan
Komisi XI Ingatkan Empat BUMN Tekankan Akuntabilitas Usai Evaluasi PMN 2025
Komisi XI Tolak Tegas PMN untuk Bank Tanah
Ekonomi dan Keuangan
Komisi XI Tolak Tegas PMN untuk Bank Tanah
Legislator Evaluasi PMN PELNI untuk Pengadaan 3 Kapal Baru
Ekonomi dan Keuangan
Legislator Evaluasi PMN PELNI untuk Pengadaan 3 Kapal Baru
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VI
Sebelumnya

Komisi VII Dengar Masukan API Imbas Tingginya Gelombang PHK di Industri Tekstil

Selanjutnya

Diduga Ada Kejanggalan, Komisi III Minta MA Teliti dalam Putusan Jual Beli Tanah Summarecon

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1057)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4587)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Masyarakat Adat|NTB|hakim agung|hakim adhoc|miras|Garut|Gili Meno|Newport|RUU Perampasan Aset|sekolah|karhutla|Potensi Lokal|Temuan Senjata Api
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h