
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati saat meninjau kawasan Kota Tua, Jakarta.|Foto: Ria/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati bersama sejumlah Anggota Komisi VII DPR RI menyoroti pentingnya optimalisasi perawatan bangunan bersejarah dan koleksi museum di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta. Upaya tersebut dinilai perlu diperkuat agar warisan sejarah tetap terjaga sekaligus mampu menarik lebih banyak wisatawan, termasuk generasi muda.
Menurut Rahayu, Kota Tua memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa, tercermin dari bangunan berusia ratusan tahun hingga koleksi benda bersejarah yang menyimpan cerita perjalanan Jakarta. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk menarik minat masyarakat, termasuk warga Jakarta sendiri.
“Sangat-sangat kami sayangkan masih jarang ya wisatawan, terutama bahkan masyarakat Jakarta-nya sendiri pun itu jarang mengunjungi. Jadi, kita ini sebenarnya mau melihat apa potensi yang ada dan sangat menyenangkan sebenarnya,” kata Rahayu di Museum Seni Rupa dan Keramik, Kota Tua, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Ia menekankan, perawatan bangunan dan koleksi museum harus menjadi perhatian utama agar nilai sejarahnya tetap terpelihara. Rahayu juga menyinggung pentingnya perhatian terhadap pemeliharaan museum, sebagaimana dilakukan di berbagai negara yang menjadikan warisan sejarah sebagai bagian penting dari daya tarik wisata.
“Karena kalau kita lihat museum-museum sejarah di mancanegara ya, di luar negeri, itu banyak sekali mereka menaruh perhatian pada perawatan,” ujarnya.
Rahayu menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki kapasitas anggaran yang besar untuk mendukung pemeliharaan dan pengembangan kawasan bersejarah. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan dukungan anggaran dan pengelolaan museum, baik yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah maupun kementerian.
Dalam kunjungan itu, rombongan Komisi VII DPR RI mendatangi Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta. Dengan didampingi pemandu wisata, para anggota memperoleh penjelasan mengenai koleksi museum, sejarah bangunan, serta perjalanan perkembangan Kota Jakarta. Rombongan juga meninjau penjara bawah tanah yang dahulu digunakan pada masa pemerintahan Hindia Belanda.
Selain museum, rombongan mengunjungi Cafe Batavia yang telah lama menjadi bagian dari kawasan Kota Tua. Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Museum Seni Rupa dan Keramik di sisi timur kawasan untuk melihat berbagai koleksi keramik bersejarah, termasuk keramik kuno yang berasal dari temuan harta muatan kapal tenggelam. (rnm/aha)