
Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke Bandung.|Foto: Salju/Sai
PARLEMENTARIA, Bandung – Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar menyoroti kondisi ekuitas PT ASABRI (Persero) yang masih tercatat negatif. Ia menegaskan, keberlanjutan ASABRI perlu menjadi perhatian serius, terutama dari sisi tata kelola dan pengelolaan investasi.
“ASABRI kita mempunyai permasalahan, karena perusahaan ini berangkat dari persoalan ekuitas yang negatif. Sampai hari ini tetap memiliki ekuitas yang negatif. Ini salah satu yang tentunya harus kita jaga,” ujar Nasril dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI di Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).
Berdasarkan paparan ASABRI, jumlah ekuitas perusahaan tercatat negatif Rp673 miliar per Agustus 2026. Angka tersebut memburuk dibandingkan posisi 2025 yang berada di negatif Rp363 miliar. Sementara itu, ASABRI mencatat rugi komprehensif Rp310 miliar hingga Agustus 2026. Perusahaan menyebut kondisi tersebut antara lain disebabkan hasil investasi yang belum mencapai target RKAP 2026 akibat penurunan ekonomi domestik dan global.
Menanggapi kondisi tersebut, legislator Fraksi PAN itu menilai aspek tata kelola perlu menjadi perhatian utama agar persoalan yang pernah terjadi di masa lalu tidak kembali berulang.
“Yang perlu kita jaga adalah tata kelola. Mereka harus memberikan laporan bagaimana masalah investasi dan program investasi. Ini tidak boleh terjadi persoalan yang berulang-ulang,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pengelolaan investasi, termasuk instrumen yang digunakan ASABRI. Menurutnya, pengelolaan perusahaan harus dilakukan secara cermat dan profesional.
Dalam kunjungan tersebut, ASABRI menyampaikan adanya penurunan kembali ekuitas hingga Agustus 2026 setelah sebelumnya mengalami perbaikan sejak 2021. Perusahaan menyebut perbaikan sebelumnya dipengaruhi perbaikan kinerja investasi serta tambahan dana UPSL sebesar Rp4,55 triliun.
Menurut Legislator Dapil Sumatera Utara III tersebut, persoalan ekuitas negatif tidak cukup hanya dipantau dalam kunjungan kerja. Komisi VI akan membawa temuan dan kebutuhan perbaikan tersebut ke pembahasan di DPR untuk menentukan langkah strategis selanjutnya.
“Kita mendorong, membawa ke DPR. Kita mendorong apa yang perlu dorongan dan jalan keluar terhadap bagaimana menyelesaikan ekuitas negatif ini. Apakah perlu ditambah, tentunya evaluasi kembali. Ini akan kita bawa ke rapat,” katanya.
Ia berharap pembenahan tersebut dapat memperkuat keberlanjutan ASABRI sekaligus memastikan program jaminan sosial yang dikelola perusahaan tetap berjalan. Menurutnya, perbaikan tata kelola harus menjadi bagian penting dalam setiap langkah strategis yang dilakukan ke depan. (sqa/we)