
Anggota Komisi VI DPR RI I Gusti Ngurah Kesuma saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Denpasar, Bali.|Foto: Alya/Mahendra
PARLEMENTARIA, Denpasar — Anggota Komisi VI DPR RI I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan mendorong adanya kajian menyeluruh mengenai carrying capacity atau daya dukung wilayah Provinsi Bali seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara. Kajian tersebut dinilai penting untuk memastikan pertumbuhan pariwisata tetap sejalan dengan kapasitas lingkungan, infrastruktur, dan kebutuhan masyarakat lokal.
Menurut Kesuma Kelakan, Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara perlu melakukan perhitungan daya dukung Bali sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Denpasar, Bali, Jumat (4/9/2026).
Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 5,82 persen serta jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 6.948.754 kunjungan sepanjang 2025.
“Tahun 2025, kunjungan pariwisata, kunjungan turis asing mancanegara ke Bali mencapai angka kurang lebih 7 juta. Nah, itu mesti sudah saatnya kita mulai menghitung carrying capacity wilayah Bali terhadap dukungan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar legislator yang akrab disapa Alit Kelakan tersebut.
Menurutnya, perhitungan daya dukung tersebut perlu mencakup berbagai aspek yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas pariwisata. Beberapa di antaranya meliputi ketersediaan air bersih, pasokan energi, kapasitas jalan raya, hingga kemampuan bandar udara dalam melayani lalu lintas penerbangan.
Ia menilai kajian tersebut diperlukan agar peningkatan jumlah wisatawan tidak justru menimbulkan tekanan berlebihan terhadap infrastruktur dan lingkungan Bali. Selain persoalan daya dukung, Alit Kelakan juga menyoroti persebaran wisatawan yang masih terkonsentrasi di kawasan Bali Selatan.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bagian dari kajian untuk mengetahui faktor yang membuat wisatawan lebih banyak memilih Bali Selatan dibandingkan wilayah Bali lainnya.
“Ini juga harus dikaji apa sih sebenarnya penyebab wisatawan mancanegara itu lebih memilih di Bali Selatan daripada Bali Utara. Apakah karena infrastrukturnya, kesediaan fasilitas, atau apa? Ini harus sudah mulai dikaji juga,” pungkasnya. (aps/um)