E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi XII|karhutla|Komisi X|Komisi IV|Komisi III|Komisi II|Bencana|Komisi V|UMKM|Baleg
Jakarta:
Berawan
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 38%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi XII|karhutla|Komisi X|Komisi IV|Komisi III|Komisi II|Bencana|Komisi V|UMKM|Baleg
Jakarta:
Berawan
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 38%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi XII|karhutla|Komisi X|Komisi IV|Komisi III|Komisi II|Bencana|Komisi V|UMKM|Baleg
Jakarta:
Berawan
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 38%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

KUR hingga Rp100 Juta Tanpa Agunan, Saleh Daulay: Masyarakat Diminta Laporkan Pelanggaran

Diterbitkan
Jumat, 4 Sep 2026 23.59 WIB
Bagikan:
KUR hingga Rp100 Juta Tanpa Agunan, Saleh Daulay: Masyarakat Diminta Laporkan Pelanggaran

Pimpinan Komisi VII DPR RI memimpin diskusi bersama mitra kerja dalam rangka pengawasan terhadap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026).|Foto: Estu/Alma

PARLEMENTARIA, Tapanuli Utara — Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menegaskan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia mengingatkan pengajuan KUR hingga Rp100 juta tidak mensyaratkan agunan tambahan sehingga masyarakat diminta melapor apabila menemukan praktik yang tidak sesuai ketentuan.


Hal tersebut disampaikan Saleh saat Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII meninjau pelaksanaan dan penyaluran KUR sekaligus menyerap berbagai masukan dari pemerintah daerah, bank penyalur, serta masyarakat penerima manfaat.


Saleh mendorong masyarakat untuk menyampaikan pengaduan secara resmi dengan disertai bukti dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, laporan tersebut penting agar dugaan pelanggaran dapat ditindaklanjuti, termasuk dengan meminta penjelasan dari pihak bank penyalur yang bersangkutan.

Lihat Juga :

Legislator Apresiasi Bank Sumut Berikan KUR Tanpa Agunan bagi Masyarakat Tapanuli Utara

Legislator Apresiasi Bank Sumut Berikan KUR Tanpa Agunan bagi Masyarakat Tapanuli Utara

Anis Byarwati Dukung KUR Tanpa Agunan Demi Perluas Pembiayaan UMKM dan Ultra Mikro

Anis Byarwati Dukung KUR Tanpa Agunan Demi Perluas Pembiayaan UMKM dan Ultra Mikro


“Kalau mengajukan KUR Rp100 juta atau lebih kecil dari Rp100 juta tidak perlu pakai agunan. Kalau ada yang melakukan itu berarti pelanggaran. Ini aturannya dan karena itu kalau ada yang melakukan ini tentu kita harus jaga dan harus awasi supaya dana KUR yang Rp300 triliun setahun itu bisa sampai kepada mereka yang membutuhkan dan memang benar-benar berhak,” ujar Saleh.


Ia menambahkan, pengawasan menjadi penting karena masih terdapat masyarakat yang menyampaikan bahwa praktik penyaluran KUR di lapangan belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan. Karena itu, menurutnya, aturan yang telah ditetapkan harus benar-benar ditegakkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Dalam pertemuan tersebut, Saleh turut menyoroti penyaluran KUR melalui Bank Sumut. Berdasarkan pemaparan yang diterima Komisi VII, ia menilai kinerja penyaluran KUR Bank Sumut cukup baik. Bank tersebut sebelumnya memperoleh kuota sekitar Rp1 triliun dan mengusulkan tambahan sekitar Rp1 triliun untuk tahun berikutnya.


Meski demikian, Saleh menilai alokasi tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk dan potensi pelaku usaha di Sumatera Utara. Oleh karena itu, ia mendorong agar distribusi kuota KUR nasional dapat dikalkulasi secara lebih proporsional, termasuk melalui bank-bank Himbara dan lembaga penyalur lainnya.


“Kita ingin sekarang mengkalkulasi rasio kuota penyaluran yang kurang lebih Rp300 triliun itu supaya berimbang dan Sumatera Utara juga bisa memperoleh itu,” katanya.


Saleh juga mengungkapkan bahwa sejumlah penerima manfaat yang hadir menyampaikan pengalaman positif dalam memperoleh KUR melalui Bank Sumut. Namun, ia menekankan bahwa temuan tersebut belum dapat menggambarkan keseluruhan kondisi di lapangan. Komisi VII ingin menjangkau masyarakat yang mungkin pernah mengajukan KUR tetapi mengalami kendala atau bahkan belum memperoleh pembiayaan.


Selain memperluas penyaluran, Saleh menilai pemerintah daerah perlu berperan aktif mendampingi masyarakat agar mampu mengakses dan memanfaatkan KUR secara optimal. Pendampingan tersebut dapat dimulai dari penyusunan proposal usaha, pengembangan bisnis, pengelolaan kemampuan mencicil, hingga peningkatan kapasitas usaha penerima KUR.


“Kami sudah menyarankan kepada pemerintah daerah supaya KUR ini bisa terjangkau lebih luas lagi. Masyarakat yang belum mampu membuat proposal dibantu, masyarakat yang belum bisa membuat bisnisnya bisa dibantu, kemudian masyarakat yang ingin menyicilnya nanti bagaimana caranya supaya bisa tersisihkan uang setiap bulan untuk cicilan dan seterusnya, sampai kepada bagaimana mengembangkan usaha itu akan kita minta untuk didampingi oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara,” pungkasnya. (est/aha)

Berita terkait

Legislator Apresiasi Bank Sumut Berikan KUR Tanpa Agunan bagi Masyarakat Tapanuli Utara
Industri dan Pembangunan
Legislator Apresiasi Bank Sumut Berikan KUR Tanpa Agunan bagi Masyarakat Tapanuli Utara
Anis Byarwati Dukung KUR Tanpa Agunan Demi Perluas Pembiayaan UMKM dan Ultra Mikro
Ekonomi dan Keuangan
Anis Byarwati Dukung KUR Tanpa Agunan Demi Perluas Pembiayaan UMKM dan Ultra Mikro
Soroti Insentif Industri, Saleh Daulay: Kontribusi ke Masyarakat Harus Terukur
Industri dan Pembangunan
Soroti Insentif Industri, Saleh Daulay: Kontribusi ke Masyarakat Harus Terukur
Tags:#Komisi VII#KUR#Saleh Daulay
Sebelumnya

MKD Tegaskan Penggunaan TNKB Khusus Harus secara Bijaksana dan Hati-Hati

Selanjutnya

Penanganan Karhutla Harus Satu Kendali Demi Lindungi Masyarakat

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1154)
  • Industri dan Pembangunan(3938)
  • Isu Lainnya(1078)
  • Kesejahteraan Rakyat(3928)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4764)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi XII|karhutla|Komisi X|Komisi IV|Komisi III|Komisi II|Bencana|Komisi V|UMKM|Baleg
Jakarta:
Berawan
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 38%
Angin: 3 km/h