
Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat, saat diwawancarai Parlementaria usai melakukan courtesy call Dubes Sri Lanka di Ruang Pimpinan BKSAP, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta.|Foto: Jaka/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta - Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat mengungkapkan hubungan diplomatik Indonesia dan Sri Lanka telah berjalan sangat baik selama lebih dari 20 tahun. Dalam paparannya saat berkunjung ke BKSAP, Dubes Sri Lanka (H.E) Sashikala Premawardhane menyampaikan komitmen untuk memperkuat kembali kerja sama antar-Parlemen melalui optimalisasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB).
“Pihak Sri Lanka bahkan sudah mempersiapkan nama-nama anggota Parlemen mereka untuk GKSB. Di Parlemen kita sendiri, data anggota GKSB perlu segera kita susun ulang dan lengkapi untuk mengisi kekosongan yang ada,” ujar Syahrul kepada Parlementaria usai melakukan courtesy call Dubes Sri Lanka di Ruang Pimpinan BKSAP, Gedung Nusantara III, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Selain mempererat hubungan Parlemen, Syahrul menyebutkan adanya dorongan untuk mengaktifkan kembali kerangka kerja sama keselamatan dan pertolongan (search and rescue) antara Indonesia, Australia, and Sri Lanka, yang juga telah dikoordinasikan dengan Komisi V DPR RI yang bermitra dengan Basarnas.
Lebih lanjut, Syahrul menggarisbawahi potensi historis dan kultural yang kuat antara kedua negara. Mengingat ada sekitar 50.000 jiwa komunitas keturunan Melayu-Jawa yang tinggal di Sri Lanka. Ikatan emosional ini diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh untuk memperluas cakupan kerja sama di berbagai sektor penting seperti ekonomi, pertahanan, pendidikan, hingga kebudayaan.
Menanggapi pertanyaan mengenai sektor spesifik yang menjadi fokus utama, Syahrul menegaskan kerja sama ekonomi tetap menjadi prioritas yang paling dinantikan karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki prospek cerah di pasar Sri Lanka adalah buah pinang.
Di sisi lain, Legislator Fraksi PKS tersebut mengungkapkan selama ini pasar konsumsi buah pinang di kawasan Asia Selatan seperti India, Sri Lanka, dan Pakistan dikenal sangat tinggi. Namun, jalur distribusi dan perdagangannya seringkali melalui pihak ketiga atau dimonopoli oleh pasar tertentu.
Maka dengan menjalin hubungan dagang langsung ke Sri Lanka, Syahrul berharap harga jual komoditas pinang dari Indonesia dapat menjadi lebih kompetitif dan memberikan keuntungan maksimal bagi petani lokal Nusantara.
“Produk apa yang bisa kita kirim ke Sri Lanka, contohnya kita punya (buah) pinang, misalnya. India, Sri Lanka, Pakistan itu kan mengonsumsi pinang. Dan selama ini hanya dimonopoli India. Nah, kalau kita direct ke ke Sri Lanka, itu bisa jadi harganya bisa lebih mahal,” pungkas Syahrul.
Turut hadir dalam pertemuan itu, Wakil Ketua BKSAP DPR RI Ravindra Airlangga. Adapun kunjungan kehormatan Dubes Sri Lanka itu didampingi Nilanthi Pelawaththage (Minister Counsellor of Embassy of the Democratic Socialist Republic of Sri Lanka to the Republic of Indonesia) dan Pandu Putra Ritonga (Government Relation Officer Embassy of the Democratic Socialist Republic of Sri Lanka to the Republic of Indonesia). (pun/rdn)