
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik meninjau Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.|Foto: Aditya/Arifman
PARLEMENTARIA, Surabaya - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mendorong peningkatan infrastruktur pemantauan cuaca dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Stasiun Meteorologi Maritim Pelabuhan Tanjung Perak. Keandalan informasi cuaca laut yang akurat, katanya, mutlak diperlukan untuk menjaga keselamatan pelayaran, terlebih pelabuhan ini merupakan hub logistik dan tulang punggung konektivitas menuju wilayah Indonesia bagian timur.
"Kita ingin melihat kesiapsiagaan terkait dengan alat-alat pemantauan cuaca. Kita ingin infrastruktur BMKG bisa tersedia dengan baik karena ini menjadi kebutuhan mendasar kita," papar Huda dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).
Politisi Fraksi PKB ini menjelaskan bahwa kesiapan instrumen seperti radar maritim, sistem peramalan gelombang, dan Indonesia Weather Information for Shipping (InaWIS) sangat krusial dalam menghadapi dinamika cuaca laut. Di samping itu, ia turut mengapresiasi kinerja SDM di stasiun tersebut yang dinilai telah mampu melaksanakan tugas dengan optimal.
"Alhamdulillah di sini relatif terlaksana dengan baik, diseminasi informasi bisa diselenggarakan dengan baik, analisa prakiraan cuaca juga bisa diselenggarakan dengan baik. Kita ingin perkembangan teknologi yang dibutuhkan didukung oleh SDM yang baik," jelas Legislator Daerah Pemilihan Jawa Barat VII tersebut.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Utama BMKG Guswanto yang mendampingi kunjungan kerja itu menyatakan bahwa kelengkapan peralatan seperti radar cuaca dan Automatic Weather Station di Tanjung Perak terus ditingkatkan. Ia juga menyoroti inovasi diseminasi informasi untuk menjangkau kapal yang berada puluhan mil di lepas pantai.
"Bagaimana diseminasi informasi apabila kapal itu ada di tengah laut, jaraknya jauh 70 mil lebih. BMKG akan mencoba menerobos dengan menggunakan pemanfaatan satelit kerja sama dengan Korea, yaitu satelit GK2A, sehingga tidak ada lagi lag bagi nelayan ataupun pengguna transportasi laut mendapatkan informasinya," urai Guswanto.
Menyikapi progres tersebut, Huda merespons positif laporan pemasangan sarana baru yang ditargetkan dapat dimanfaatkan secara maksimal pada akhir tahun ini. Ia berharap penyajian informasi yang canggih ini dapat terhilirisasi dengan mudah kepada seluruh pemangku kepentingan maritim, mulai dari otoritas pelabuhan hingga nelayan tradisional.
"Ini untuk menunjang performa BMKG guna memberikan sajian prakiraan cuaca dan berbagai kemungkinan yang akan kita hadapi ke depan," pungkas Huda. (ams/we)