E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
PPPK|pelayaran|Haji|Kesehatan|donor darah|AI|APBN|Bencana|karhutla|PNS|APBN 2027|Konflik Agraria|RUU Penyiaran
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 63%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
PPPK|pelayaran|Haji|Kesehatan|donor darah|AI|APBN|Bencana|karhutla|PNS|APBN 2027|Konflik Agraria|RUU Penyiaran
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 63%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
PPPK|pelayaran|Haji|Kesehatan|donor darah|AI|APBN|Bencana|karhutla|PNS|APBN 2027|Konflik Agraria|RUU Penyiaran
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 63%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Abdullah Desak Ungkap Aktor Intelektual dan Telusuri Aliran Uang Sindikat Pemalsu Meterai

Diterbitkan
Kamis, 20 Agu 2026 20.42 WIB
Bagikan:
Abdullah Desak Ungkap Aktor Intelektual dan Telusuri Aliran Uang Sindikat Pemalsu Meterai

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah.|Foto : Dok/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta - Polda Metro Jaya (PMJ) bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berhasil mengungkap sindikat produksi dan penjualan meterai palsu atau ilegal yang beredar di lima wilayah, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Sebanyak 16 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dengan peran mulai dari produsen, pendaur ulang, distributor, kurir, hingga penjual.

 

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita lebih dari 3,4 juta keping meterai palsu siap edar dan menyebut penindakan tersebut mencegah potensi penerimaan negara yang hilang hingga sekitar Rp1 triliun.

Lihat Juga :

Korban Curanmor di Bekasi Kena Intimidasi, Abdullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Sindikat

Korban Curanmor di Bekasi Kena Intimidasi, Abdullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Sindikat

Abdullah Desak Polri Usut Dugaan Pemberian Uang ke Mahasiswa

Abdullah Desak Polri Usut Dugaan Pemberian Uang ke Mahasiswa

 

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, meminta polisi dan DJP Kemenkeu tidak berhenti pada penangkapan 16 tersangka, tetapi juga menelusuri aktor intelektual di balik sindikat pemalsuan meterai tersebut.

 

“Aktor intelektual atau pemodalnya harus diungkap. Mengingat pemalsuan meterai merupakan kejahatan yang terorganisasi dan terus berulang, tindakan tegas harus dilakukan sampai ke tingkat elit atau kepalanya,” ujar Abduh, sapaan akrab Abdullah dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

 

Ia menambahkan bahwa nilai transaksi dari penjualan meterai palsu cukup besar. Polisi menyebut sekitar 4 juta keping meterai palsu telah terjual dengan nilai nominal sekitar Rp40,07 miliar. Di sisi lain, skala produksi sindikat tersebut berpotensi menyebabkan penerimaan negara yang hilang hingga sekitar Rp1,03 triliun.

 

“Bagaimana dengan sindikat pemalsu meterai lainnya yang belum terungkap? Dengan transaksi sebesar itu, uangnya mengalir ke mana saja dan digunakan untuk apa? Saya mendesak kepolisian untuk menelusuri aliran uang hasil penjualan meterai palsu tersebut, siapa yang menerima dan menikmati, serta apakah ada yang dialihkan menjadi aset. Jika ditemukan indikasi, dalami juga TPPU,” tegas Politisi Fraksi PKB ini.

 

Untuk mempersempit ruang gerak sindikat pemalsu meterai, anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI ini juga mengusulkan agar pihak terkait meningkatkan edukasi kepada masyarakat untuk memeriksa keaslian meterai.

 

“Misalnya dengan membandingkan meterai palsu dengan asli melalui kertasnya, hologramnya, dan mikroteksnya. Namun, saya menilai sosialisasinya melalui iklan layanan masyarakat maupun edukasi kepada masyarakat masih kurang masif,” pungkas Abduh. (pun/rdn)

Berita terkait

Korban Curanmor di Bekasi Kena Intimidasi, Abdullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Sindikat
Politik dan Keamanan
Korban Curanmor di Bekasi Kena Intimidasi, Abdullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Sindikat
Abdullah Desak Polri Usut Dugaan Pemberian Uang ke Mahasiswa
Politik dan Keamanan
Abdullah Desak Polri Usut Dugaan Pemberian Uang ke Mahasiswa
Persoalan Konflik LCS dan Mata Uang Digital Dibahas dalam Pertemuan BKSAP dan Dubes Filipina
Politik dan Keamanan
Persoalan Konflik LCS dan Mata Uang Digital Dibahas dalam Pertemuan BKSAP dan Dubes Filipina
Tags:#materai#materai palsu
Sebelumnya

Kaukus Parlemen Perdamaian Dunia Perkuat Dukungan bagi Kemerdekaan Palestina

Selanjutnya

Bencana Masih Ditangani Terpencar, Syaiful Huda Usul Lembaga Tunggal

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1086)
  • Industri dan Pembangunan(3777)
  • Isu Lainnya(1064)
  • Kesejahteraan Rakyat(3772)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4633)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
PPPK|pelayaran|Haji|Kesehatan|donor darah|AI|APBN|Bencana|karhutla|PNS|APBN 2027|Konflik Agraria|RUU Penyiaran
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 63%
Angin: 9 km/h