E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTB|BUMN|Pariwisata|RUU Masyarakat Adat|miras|listrik|BPI Danantara|Kasus Kematian|Gili Meno|Gili Air|Gili Trawangan|WL|Bripka IH
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 57%
Angin: 17 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTB|BUMN|Pariwisata|RUU Masyarakat Adat|miras|listrik|BPI Danantara|Kasus Kematian|Gili Meno|Gili Air|Gili Trawangan|WL|Bripka IH
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 57%
Angin: 17 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTB|BUMN|Pariwisata|RUU Masyarakat Adat|miras|listrik|BPI Danantara|Kasus Kematian|Gili Meno|Gili Air|Gili Trawangan|WL|Bripka IH
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 57%
Angin: 17 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTB|BUMN|Pariwisata|RUU Masyarakat Adat|miras|listrik|BPI Danantara|Kasus Kematian|Gili Meno|Gili Air|Gili Trawangan|WL|Bripka IH
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 57%
Angin: 17 km/h
Berita/Industri dan Pembangunan

Kapal 'Koboy' hingga Dermaga Minim Standar, Athari Minta Prioritaskan Keselamatan Wisatawan

Diterbitkan
Rabu, 12 Agu 2026 11.06 WIB
Bagikan:
Kapal 'Koboy' hingga Dermaga Minim Standar, Athari Minta Prioritaskan Keselamatan Wisatawan

Anggota Komisi VII DPR RI, Athari Gauthi Ardi, saat mengikuti kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI ke Kantor Gubernur NTB bersama jajaran mitra kerja Komisi VII DPR RI di Kota Mataram.|Foto: Mentari/Karisma

PARLEMENTARIA, Mataram – Anggota Komisi VII DPR RI Athari Gauthi Ardi menekankan pentingnya penguatan aspek keamanan, keselamatan, dan kebersihan lingkungan dalam pengembangan sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurutnya, pembangunan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga ekosistem dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

 

Athari mengatakan, Lombok telah memiliki modal utama berupa keindahan alam yang menjadi daya tarik wisata, sehingga pengembangan ke depan perlu diarahkan pada penguatan berbagai aspek pendukung lainnya. Menurutnya, pengembangan pariwisata harus memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Lihat Juga :

Tak Hanya Kejar Produksi, Ellen Pelealu Minta KKP Prioritaskan Keselamatan Nelayan

Tak Hanya Kejar Produksi, Ellen Pelealu Minta KKP Prioritaskan Keselamatan Nelayan

Komisi V DPR Minta Kemenhub Prioritaskan Program Keselamatan Transportasi pada Anggaran 2027

Komisi V DPR Minta Kemenhub Prioritaskan Program Keselamatan Transportasi pada Anggaran 2027

 

Ia mengingatkan agar peningkatan aktivitas pariwisata tidak justru mengakibatkan kerusakan ekosistem yang menjadi modal utama destinasi wisata NTB. “Kita maunya wisata kita ini ada keberlanjutan. Jangan sampai ekosistem kita itu hancur cuma karena ada sisi ekonomi yang mau kita angkat. Jadi wisata itu harus dikembangkan berjalan sesuai, sejalan antara keamanan, penjagaan alamnya dan juga peningkatan ekonominya,” tegasnya saat mengikuti kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI ke Kantor Gubernur NTB bersama jajaran mitra kerja Komisi VII DPR RI di Kota Mataram, Selasa petang (11/8/2026).

 

Athari juga menyoroti pengembangan wisata bahari di Lombok yang tidak hanya bertumpu pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Menurutnya, kawasan wisata bahari, khususnya destinasi Gili, memiliki potensi besar sehingga aspek keselamatan wisatawan yang menggunakan transportasi laut harus menjadi perhatian serius pemerintah.

 

“Masalah di Lombok ini tadi saya sampaikan bahwa kita ini bukan hanya soal Kawasan Ekonomi Kreatif Mandalika, tapi juga wisata bahari. Untuk wisata bahari sendiri, jangan sampai tadi saya highlight kepada Pak Gubernur, jangan sampai masalah keamanannya ini ditinggalkan, tidak dihiraukan,” ujarnya.

 

Ia menyoroti kondisi kapal-kapal yang digunakan wisatawan untuk menyeberang dari Lombok menuju kawasan Gili. Athari meminta pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah memastikan kapal milik pihak swasta yang beroperasi untuk melayani wisatawan memenuhi standar keselamatan, termasuk aspek pemeliharaan kapal dan kapasitas penumpang.

 

“Kita tahu kapal-kapal yang berangkat dari Lombok menuju ke tiga kawasan di Gili itu kebanyakan, apa bahasanya ya, banyak yang kayak koboy gitu. Jadi saya tadi nanya apakah sudah ada pengawasan dari pemerintah, baik pemerintah provinsi dan juga pemerintah daerah mengenai pihak-pihak swasta yang punya kapal ini,” ungkapnya.

 

Menurut Athari, pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari memastikan pemeliharaan kapal sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas, hingga ketersediaan alat keselamatan. Ia secara khusus menyoroti penggunaan life vest atau pelampung keselamatan yang dinilai masih belum sebanding dengan jumlah penumpang pada sejumlah kapal.

 

Selain kapal dan alat keselamatan, Athari juga menyoroti persoalan infrastruktur dermaga di kawasan Gili. Menurutnya, keterbatasan dermaga yang memenuhi standar dapat mengurangi kenyamanan wisatawan sekaligus berpotensi menimbulkan risiko keselamatan saat proses naik dan turun dari kapal. “Juga dermaga yang cocok, dermaga yang sesuai dengan standarnya itu juga nggak ada. Yang ada hanya di Gili Trawangan,” jelasnya.

 

Ia menggambarkan kondisi wisatawan yang harus turun dari kapal dengan kondisi basah karena belum tersedianya fasilitas dermaga yang memadai di sejumlah kawasan. Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke NTB.

 

Athari menilai aspek keselamatan menjadi semakin penting mengingat wisatawan domestik merupakan salah satu kelompok wisatawan yang banyak melakukan perjalanan menuju kawasan Gili. Karena itu, pemerintah perlu memastikan seluruh aspek transportasi wisata bahari memenuhi standar keselamatan, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

 

“Tentu keamanan ini tentukan jadi aspek yang sangat-sangat penting bagi kita. Itu yang kita inginkan. Yang penting itu tadi maintenance kapalnya, juga keamanan dan juga SOP dari jumlah penumpang di kapal itu sendiri,” tegasnya. (mri/we)

Berita terkait

Tak Hanya Kejar Produksi, Ellen Pelealu Minta KKP Prioritaskan Keselamatan Nelayan
Industri dan Pembangunan
Tak Hanya Kejar Produksi, Ellen Pelealu Minta KKP Prioritaskan Keselamatan Nelayan
Komisi V DPR Minta Kemenhub Prioritaskan Program Keselamatan Transportasi pada Anggaran 2027
Industri dan Pembangunan
Komisi V DPR Minta Kemenhub Prioritaskan Program Keselamatan Transportasi pada Anggaran 2027
Abdul Hadi Minta Ditjen Hubud Prioritaskan Anggaran Keselamatan dan Benahi Harga Tiket Pesawat
Industri dan Pembangunan
Abdul Hadi Minta Ditjen Hubud Prioritaskan Anggaran Keselamatan dan Benahi Harga Tiket Pesawat
Tags:#NTB#Kapal Koboy
Sebelumnya

Desak Streamlining BUMN Dipercepat, Firnando: Jangan Buang-Buang Uang Rakyat

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1055)
  • Industri dan Pembangunan(3699)
  • Isu Lainnya(1047)
  • Kesejahteraan Rakyat(3699)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4578)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

SIDANG TAHUNAN MPR RI SIDANG BERSAMA DPR & DPD RI RAPAT PARIPURNA DPR RI

PODCAST

IKUTI KAMI