
Anggota Komisi VI DPR RI Ida Fauziyah saat pendalaman pada pertemuan Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI di PT. Pelabuhan Indonesia, Surabaya, Jawa Timur.|Foto : Upi/Alma
PARLEMENTARIA, Surabaya - Anggota Komisi VI DPR RI Ida Fauziyah menegaskan pentingnya konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor galangan kapal guna memperkuat ekosistem maritim nasional. Ida menilai angkah penggabungan BUMN galangan kapal memerlukan perhatian serius mengingat besarnya potensi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memerlukan sinergi tata kelola secara berkelanjutan.
"Rasanya mengkonsolidasi BUMN galangan kapal itu memang tidak cukup 1 sampai 2 jam, jadi perlu sangat serius mengkonsolidasikannya untuk kita bisa tegak mengatakan kita ini negara kepulauan," ujar Ida saat Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI ke PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026).
Keterpaduan operasional dan penyelarasan arah bisnis antar BUMN maritim seperti PT PAL Indonesia, PELNI, dan ASDP Indonesia Ferry juga menjadi sorotan mendasar agar agenda konsolidasi dapat berjalan nyata di lapangan.
"Saya ngomong ke Pak Dirut, 'In-line-nya di mana Pak, tunjukkan kepada saya?' In-line-nya PT PAL, PELNI, dengan ASDP, itu di mana in-line-nya? Saya tidak melihat itu ada tanda-tanda bahwa Bapak-Bapak semua itu melakukan konsolidasi," ujar Politisi Fraksi PKB tersebut.
Untuk diketahui, kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI ke Kota Surabaya pada 22–26 Juli 2026 ini dilaksanakan untuk memastikan fungsi pengawasan terhadap tata kelola BUMN maritim, khususnya dalam kerangka konsolidasi BUMN galangan kapal di bawah BPI Danantara.
Selain mengevaluasi posisi PT PAL Indonesia sebagai calon induk holding, kunjungan ini menelaah kesiapan peremajaan armada PELNI dan ASDP, peningkatan kinerja infrastruktur pelabuhan oleh Pelindo, hingga optimalisasi aset oleh PT Perusahaan Pengelola Aset. (upi/we)