E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|energi|BBM|LPG|PON 2028|BBM Subsidi|Bea Cukai|Barantin|Direktorat Jenderal Bea dan Cukai|DJBC|Penegak Hukum|Tambang Emas|gas
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 48%
Angin: 2 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|energi|BBM|LPG|PON 2028|BBM Subsidi|Bea Cukai|Barantin|Direktorat Jenderal Bea dan Cukai|DJBC|Penegak Hukum|Tambang Emas|gas
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 48%
Angin: 2 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|energi|BBM|LPG|PON 2028|BBM Subsidi|Bea Cukai|Barantin|Direktorat Jenderal Bea dan Cukai|DJBC|Penegak Hukum|Tambang Emas|gas
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 48%
Angin: 2 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Bramantyo: Soft Diplomacy Jadi Keunikan ASEAN Bangun Kepercayaan Antarnegara

Diterbitkan
Jumat, 24 Jul 2026 10.04 WIB
Bagikan:
Bramantyo: Soft Diplomacy Jadi Keunikan ASEAN Bangun Kepercayaan Antarnegara

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Bramantyo Suwondo, saat mengikuti 27th AIPA Roadshow di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Yohanes/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta — Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Bramantyo Suwondo menilai diplomasi tidak selalu berlangsung di ruang-ruang rapat formal. Menurutnya, pendekatan yang lebih cair melalui pertemuan informal justru menjadi salah satu kekuatan ASEAN dalam membangun kepercayaan dan melahirkan kerja sama antarnegara.


"Diplomasi itu tidak hanya dilakukan di ruang-ruang rapat, tapi juga diplomasi dilakukan melalui lapangan golf, dan menyanyi bersama di karaoke, maupun juga makan durian. Salah satu yang sebenarnya jadi pencetus ASEAN juga diawali dari bermain golf," ujar Bramantyo usai mengikuti 27th AIPA Roadshow di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (23/7/2026).


Kegiatan yang diselenggarakan BKSAP DPR RI bersama Sekretariat Majelis Antar-Parlemen se-ASEAN (AIPA) tersebut merupakan rangkaian dari Pertemuan Ke-17 Kaukus AIPA yang berlangsung sejak 22 Juli 2026. Forum itu mempertemukan parlemen, diplomat, dan mahasiswa untuk mendiskusikan penguatan sentralitas ASEAN melalui diplomasi parlemen di tengah dinamika global.

Lihat Juga :

Bramantyo Ajak Mahasiswa Jadi Duta Penguat Identitas ASEAN

Bramantyo Ajak Mahasiswa Jadi Duta Penguat Identitas ASEAN

OTT Pegawai Pajak Jadi Momentum Bersih-Bersih dan Bangun Kepercayaan Publik

OTT Pegawai Pajak Jadi Momentum Bersih-Bersih dan Bangun Kepercayaan Publik


Menurut Bramantyo, hubungan yang dibangun melalui interaksi informal mampu menciptakan rasa saling percaya antarpemimpin maupun antarnegara. Kepercayaan tersebut kemudian menjadi modal penting dalam melahirkan gagasan dan kepentingan bersama bagi kawasan.


"Dari kita bertemu karena pertemuan yang sering itu, pertemuan yang akrab, akhirnya terciptalah ke suatu ide yang sama, kepentingan bersama. Bahwa kita harus menjaga Asia Tenggara ini menjadi regional yang aman, stabil, karena dengan aman dan stabil inilah kesejahteraan bisa tercipta di regional ini, dan investasi bisa terbangun," tutur politisi Fraksi Partai Demokrat itu,


Ia menilai pendekatan tersebut masih relevan diterapkan hingga saat ini. Di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan global, diplomasi informal menjadi salah satu sarana efektif untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka sebelum berbagai keputusan strategis diambil.


"Jadi dengan cara diplomasi informal, menurut saya itu salah satu tools yang efektif dan konkret, dan itu bisa dikatakan salah satu keunikan dari Asia Tenggara dalam melakukan diplomasi," pungkasnya.


Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Jenderal AIPA, Chem Widhya. Menurutnya, diplomasi merupakan seni yang membutuhkan pengalaman panjang dan tidak hanya berlangsung dalam forum-forum resmi. "Diplomasi adalah seni untuk membuat sesuatu yang tampaknya mustahil menjadi mungkin," tutur diplomat senior asal negara Kamboja itu, saat ditemui secara terpisah.


Chem menjelaskan bahwa keberhasilan diplomasi justru banyak ditentukan oleh komunikasi yang berlangsung di luar ruang sidang. Kemampuan membangun jejaring, melakukan lobi, serta memperoleh dukungan menjadi bagian penting dari proses diplomasi.


“Diplomasi bukan hanya apa yang kita lihat di layar saat sidang pleno berlangsung. Diplomasi dibangun di koridor-koridor. Kita harus membangun jejaring, melobi orang agar mereka memahami, mendukung, dan memberikan suara kepada kita. Karena itu, menurut saya diplomasi memiliki banyak lapisan, tetapi yang paling penting justru terjadi di balik layar. Itulah mengapa soft diplomacy menjadi kunci keberhasilan,” tutur Chem.


Gambaran mengenai diplomasi informal juga disampaikan mantan Menteri Luar Negeri Filipina Delia Domingo Albert. Diplomat senior yang mengawali kariernya pada tahun 1967 itu menceritakan bahwa pembentukan ASEAN tidak lahir begitu saja melalui perundingan formal, melainkan melalui rangkaian pertemuan yang membangun kedekatan antarpemimpin Asia Tenggara.


Delia mengisahkan, setelah sejumlah negara Asia Tenggara beberapa kali bertemu membahas kondisi kawasan pascakolonialisme dan tantangan keamanan, para pemimpin kembali berkumpul di Bangkok pada 1966. Pertemuan itu kemudian berlanjut dengan bermain golf pada tahun berikutnya, yang menjadi momentum lahirnya gagasan membentuk organisasi kawasan.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa nama ASEAN merupakan usulan Menteri Luar Negeri Indonesia saat itu, Adam Malik. Menurut Delia, usulan tersebut lahir dalam suasana diskusi yang akrab sebelum akhirnya disepakati oleh para pendiri organisasi.


"Dan coba tebak, siapa yang memberi nama ASEAN? Adam Malik. Jadi, kalian patut berbangga karena secara historis kelima tokoh tersebut sedang bermain golf di Bangsaen, Thailand. Kalian harus percaya kepada saya, karena saya ada di sana," tutur Delia disambut dengan tepuk tangan.


Kisah tersebut menunjukkan bahwa diplomasi tidak selalu berlangsung melalui pertemuan resmi. Hubungan yang dibangun melalui komunikasi informal, dialog, maupun jejaring antarpemangku kepentingan juga menjadi bagian penting dalam melahirkan kesepahaman dan kerja sama internasional. Tak hanya hubungan antar pemerintah, parlemen turut mengambil peran melalui diplomasi parlemen sebagai pendamping diplomasi yang dijalankan pemerintah.


Di Indonesia, fungsi tersebut dijalankan DPR RI melalui Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP). Diplomasi parlemen merupakan salah satu fungsi DPR RI sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD beserta perubahannya. Selain menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, DPR RI juga menjalankan diplomasi parlemen melalui second-track diplomacy untuk memperkuat hubungan antarparlemen sekaligus mendukung pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. (uc/aha)

Berita terkait

Bramantyo Ajak Mahasiswa Jadi Duta Penguat Identitas ASEAN
Politik dan Keamanan
Bramantyo Ajak Mahasiswa Jadi Duta Penguat Identitas ASEAN
OTT Pegawai Pajak Jadi Momentum Bersih-Bersih dan Bangun Kepercayaan Publik
Ekonomi dan Keuangan
OTT Pegawai Pajak Jadi Momentum Bersih-Bersih dan Bangun Kepercayaan Publik
AIPA Perkuat Peluang ASEAN Jadi Episentrum Pertumbuhan Ekonomi Global
Politik dan Keamanan
AIPA Perkuat Peluang ASEAN Jadi Episentrum Pertumbuhan Ekonomi Global
Tags:#Diplomasi#AIPA#ASEAN
Sebelumnya

Abdul Hadi: Rehabilitasi Venue Jadi Solusi Realistis Kejar Kesiapan PON 2028

Selanjutnya

Lemahnya Pengawasan Internal Membuat Penegakan Hukum Tidak Berjalan Optimal

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1040)
  • Industri dan Pembangunan(3640)
  • Isu Lainnya(1037)
  • Kesejahteraan Rakyat(3608)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4448)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
 AIPA

Link : https://ksap.dpr.go.id/

Instagram

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|energi|BBM|LPG|PON 2028|BBM Subsidi|Bea Cukai|Barantin|Direktorat Jenderal Bea dan Cukai|DJBC|Penegak Hukum|Tambang Emas|gas
Jakarta:
Sebagian Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 48%
Angin: 2 km/h