E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
sekolah rakyat|Basarnas|hutan|Bencana|Banjir|TPA|perlintasan sebidang|Jalan Tol|Jamkestama|Perdagangan Karbon|KKP|Konservasi Terumbu Karang|Petani Tebu
Jakarta:
Berawan sebagian
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 63%
Angin: 6 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
sekolah rakyat|Basarnas|hutan|Bencana|Banjir|TPA|perlintasan sebidang|Jalan Tol|Jamkestama|Perdagangan Karbon|KKP|Konservasi Terumbu Karang|Petani Tebu
Jakarta:
Berawan sebagian
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 63%
Angin: 6 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
sekolah rakyat|Basarnas|hutan|Bencana|Banjir|TPA|perlintasan sebidang|Jalan Tol|Jamkestama|Perdagangan Karbon|KKP|Konservasi Terumbu Karang|Petani Tebu
Jakarta:
Berawan sebagian
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 63%
Angin: 6 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Nilai Karbon Jangan Berhenti di Pusat, Legislator Minta Dana Kembali untuk Jaga Hutan

Diterbitkan
Sabtu, 18 Jul 2026 14.35 WIB
Bagikan:
Nilai Karbon Jangan Berhenti di Pusat, Legislator Minta Dana Kembali untuk Jaga Hutan

Anggota Komisi IV DPR RI I Ketut Suwendra.|Foto: WE/Mahendra

PARLEMENTARIA, Palembang – Anggota Komisi IV DPR RI I Ketut Suwendra menegaskan bahwa manfaat ekonomi dari perdagangan karbon sektor kehutanan harus dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang selama ini menjaga kelestarian hutan, bukan hanya dinikmati oleh pelaku usaha.

Menurut Ketut, masyarakat yang menanam, merawat, dan menjaga hutan memiliki kontribusi nyata dalam menyerap emisi karbon. Karena itu, mereka semestinya menjadi pihak yang memperoleh manfaat utama dari nilai ekonomi karbon yang dihasilkan.

Lihat Juga :

Banggar Tekankan Penguatan Koordinasi Pusat-Daerah untuk Jaga Stabilitas Ekonomi di NTT

Banggar Tekankan Penguatan Koordinasi Pusat-Daerah untuk Jaga Stabilitas Ekonomi di NTT

Misbakhun Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah di Level 16.000

Misbakhun Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah di Level 16.000

"Yang mendapatkan nilai ini seharusnya masyarakat, minimal masyarakat yang tinggal di sekitar hutan yang sehari-hari menjaga hutan itu. Bukan pengusahanya saja yang mendapat nilai ini. Kita dorong agar nilai ekonomi dari karbon hutan benar-benar dinikmati masyarakat," tegasnya usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, skema nilai ekonomi karbon harus mampu menjadi insentif bagi masyarakat untuk terus menjaga kelestarian hutan. Dengan demikian, upaya konservasi tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Selain itu, Ketut menilai Sumatera Selatan memiliki posisi strategis dalam implementasi kebijakan nilai ekonomi karbon. Di satu sisi provinsi ini memiliki potensi besar dari luas kawasan hutannya, namun di sisi lain juga menghadapi risiko tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan.

"Sumatera Selatan potensinya besar, tetapi risikonya juga sangat besar. Karena itu pembagian manfaat antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan nilai karbon harus menjadi pertimbangan," ujar Politisi Fraksi PDI-Perjauangan ini.

Ia juga mendorong agar sebagian pendapatan dari nilai ekonomi karbon dialokasikan kembali ke daerah sebagai dukungan pembiayaan perlindungan hutan, terutama untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

"Nilai yang diperoleh tidak hanya masuk ke pusat dan daerah, tetapi juga harus dianggarkan kembali untuk menjaga hutan dari kebakaran. Untuk melestarikan hutan, dana itu harus kembali ke daerah sebagai bentuk dukungan menjaga kawasan hutan," pungkasnya. (we)

Berita terkait

Banggar Tekankan Penguatan Koordinasi Pusat-Daerah untuk Jaga Stabilitas Ekonomi di NTT
Ekonomi dan Keuangan
Banggar Tekankan Penguatan Koordinasi Pusat-Daerah untuk Jaga Stabilitas Ekonomi di NTT
Misbakhun Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah di Level 16.000
Ekonomi dan Keuangan
Misbakhun Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah di Level 16.000
Dana Haji Jangan Dipakai untuk Infrastruktur, Harus Fokus untuk Pelayanan Jemaah
Politik dan Keamanan
Dana Haji Jangan Dipakai untuk Infrastruktur, Harus Fokus untuk Pelayanan Jemaah
Tags:#hutan#Perdagangan Karbon
Sebelumnya

Soroti Prioritas Anggaran KKP, Panggah: Konservasi Terumbu Karang Bali Perlu Diperkuat

Selanjutnya

Komisi V DPR Nilai Basarnas Yogyakarta Layak Ditingkatkan Menjadi Kelas A

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1021)
  • Industri dan Pembangunan(3568)
  • Isu Lainnya(1033)
  • Kesejahteraan Rakyat(3561)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4342)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
sekolah rakyat|Basarnas|hutan|Bencana|Banjir|TPA|perlintasan sebidang|Jalan Tol|Jamkestama|Perdagangan Karbon|KKP|Konservasi Terumbu Karang|Petani Tebu
Jakarta:
Berawan sebagian
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 63%
Angin: 6 km/h