E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Rupiah|Dolar|Palestina|Bank Indonesia|Israel|Jalur Gaza|Jurnalis Indonesia|Badan Bank Tanah|Wamena|Konflik Antarsuku
Jakarta:
Gerimis
30°C
Terasa: 36°C
Lembab: 72%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Rupiah|Dolar|Palestina|Bank Indonesia|Israel|Jalur Gaza|Jurnalis Indonesia|Badan Bank Tanah|Wamena|Konflik Antarsuku
Jakarta:
Gerimis
30°C
Terasa: 36°C
Lembab: 72%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Rupiah|Dolar|Palestina|Bank Indonesia|Israel|Jalur Gaza|Jurnalis Indonesia|Badan Bank Tanah|Wamena|Konflik Antarsuku
Jakarta:
Gerimis
30°C
Terasa: 36°C
Lembab: 72%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Misbakhun Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah di Level 16.000

Diterbitkan
Selasa, 19 Mei 2026 10.06 WIB
Bagikan:
Misbakhun Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah di Level 16.000

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhammad Misbakhun, dalam Rapat Kerja Komisi XI bersama Gubernur Bank Indonesia di Nusantara I Senayan, Jakarta.|Foto: Mario/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta — Ketua Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun mengingatkan Bank Indonesia (BI) akan pentingnya menjaga kesepakatan politik terkait asumsi dasar ekonomi makro, khususnya nilai tukar rupiah yang telah disepakati bersama pemerintah dan DPR. Menurutnya, asumsi nilai tukar dalam APBN bukan sekadar angka teknis, melainkan bentuk legitimasi politik yang harus dijaga oleh otoritas moneter.


Ia menilai Bank Indonesia perlu menunjukkan langkah konkret untuk menjaga rupiah tetap bergerak sesuai asumsi yang telah ditetapkan bersama. Sebab hingga saat ini, rata-rata nilai tukar rupiah dinilai belum pernah menyentuh level yang menjadi target dalam asumsi makro tersebut.


“Kesepakatan politik terhadap nilai tukar, rata-ratanya, itu di tahun ini  di 16.500 Rupiah. Tolong dijaga dan dihormati bahwa kita saat ini, keputusan politik sebagai kesepakatan itu di 16.500,” ujar Misbakhun dalam Rapat Kerja Komisi XI bersama Gubernur Bank Indonesia di Nusantara I Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). 

Lihat Juga :

Harris Turino Apresiasi BI Stabilkan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global

Harris Turino Apresiasi BI Stabilkan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global

Perlu Diagnosa yang Tepat untuk Obati Nilai Tukar Rupiah yang Terus Merosot

Perlu Diagnosa yang Tepat untuk Obati Nilai Tukar Rupiah yang Terus Merosot


Menurut Misbakhun, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi Bank Indonesia, terutama karena saat ini rupiah masih berada di kisaran Rp17 ribu per dolar AS. Ia menilai dibutuhkan upaya luar biasa agar target rata-rata nilai tukar dapat tercapai hingga akhir tahun.


Ia juga menyinggung pengalaman Indonesia saat menghadapi krisis moneter 1998-1999. Dalam pandangannya, rupiah pernah mengalami penguatan signifikan bahkan ketika kondisi fundamental ekonomi nasional berada dalam tekanan berat akibat krisis multidimensi.


“Rupiah pernah dalam sebuah sejarah, fundamental ekonomi kita sedang menghadapi tekanan dan kita sedang mengalami situasi krisis yang sangat dalam. Tahun 1998-1999 dalam waktu singkat, rupiah pernah Rp 6.000. Jamannya Pak Habibie,” tegas Legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut.


Tak pelak, Misbakhun pun mengatakan pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pergerakan rupiah tidak selalu sepenuhnya ditentukan oleh kondisi fundamental ekonomi. Karena itu, ia mempertanyakan rumusan kebijakan yang saat ini digunakan otoritas dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan global dan sentimen pasar.


“Artinya apa? Kita tidak pernah bisa menemukan rumusan yang bagus. Ketika tidak menemukan rumusan yang bagus, terus siapa, Pak? Yang bisa menemukan rumusan yang bagus, sementara Bapak sendiri tidak bisa menemukan,” pungkas Misbakhun. (ujm/aha) 

Berita terkait

Harris Turino Apresiasi BI Stabilkan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global
Ekonomi dan Keuangan
Harris Turino Apresiasi BI Stabilkan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global
Perlu Diagnosa yang Tepat untuk Obati Nilai Tukar Rupiah yang Terus Merosot
Ekonomi dan Keuangan
Perlu Diagnosa yang Tepat untuk Obati Nilai Tukar Rupiah yang Terus Merosot
Novita Hardini: Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Hambat Kemajuan Industri Nasional
Industri dan Pembangunan
Novita Hardini: Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Hambat Kemajuan Industri Nasional
Tags:#APBN#Rupiah#Dolar#Bank Indonesia
Sebelumnya

Aspirasi Mahasiswa Magang Perkuat Substansi RUU Perampasan Aset

Selanjutnya

Yoyok Sudibyo Nilai Keterlibatan UMKM di MBG Masih Kecil

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(828)
  • Industri dan Pembangunan(3028)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2975)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3677)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Rupiah|Dolar|Palestina|Bank Indonesia|Israel|Jalur Gaza|Jurnalis Indonesia|Badan Bank Tanah|Wamena|Konflik Antarsuku
Jakarta:
Gerimis
30°C
Terasa: 36°C
Lembab: 72%
Angin: 9 km/h