Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, dalam Raker Komisi VII DPR RI dengan Menteri UMKM RI di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta.|Foto: Kresno/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo mempertanyakan sejauh mana perluasan pasar bagi UMKM benar-benar diarahkan untuk masuk ke program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut memiliki potensi perputaran anggaran yang sangat besar sehingga seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menggerakkan sektor UMKM nasional.
Ia menilai capaian peningkatan jumlah UMKM yang terlibat dalam program MBG masih relatif kecil. Jumlah tersebut meningkat dari sekitar 16.600 UMKM pada 2025 menjadi sekitar 57.600 UMKM pada 2026. Namun, peningkatan itu dinilai belum sebanding dengan besarnya potensi pasar yang tersedia. Oleh karena itu, ia mendorong Kementerian UMKM lebih fokus membuka akses UMKM ke rantai pasok MBG.
“Kalau cara berpikir pedagang, di mana ada market, di mana ada uang yang beredar banyak, pasti akan kita kejar, Pak. Dan Bapak tahu sebetulnya, duit negara yang berputar di MBG itu berapa besarnya? Besar banget,” ujarnya dalam Raker Komisi VII DPR RI dengan Menteri UMKM RI di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Yoyok juga menyoroti masih banyaknya penggunaan produk pabrikan dalam pelaksanaan MBG. Kondisi tersebut dinilai membuat aliran anggaran negara belum sepenuhnya dirasakan masyarakat kecil dan pelaku UMKM.
Menurutnya, pemerintah perlu membentuk satu divisi atau deputi khusus yang bertugas memastikan UMKM dapat masuk dan terlibat langsung dalam program MBG, termasuk dalam penyediaan kebutuhan penunjang. Ia mencontohkan masih adanya penggunaan produk impor untuk kebutuhan sederhana seperti ompreng makanan.
Ia menambahkan, pembentukan deputi khusus tersebut penting agar manfaat ekonomi program MBG tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, melainkan benar-benar mengalir kepada masyarakat luas sesuai arahan Presiden.
“Buatlah satu deputi khusus untuk ngurusin masalah MBG. Giring tuh UMKM masuk ke sana semua. Biar nggak orang-orang itu-itu saja yang dapat rezeki dari MBG. Kan duit negara. Perintah Presiden kan jelas, alirkan ke rakyat,” tegasnya. (hal/aha)