E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
sekolah rakyat|Basarnas|hutan|Bencana|Banjir|TPA|perlintasan sebidang|Jalan Tol|Jamkestama|Perdagangan Karbon|KKP|Konservasi Terumbu Karang|Petani Tebu
Jakarta:
Berawan sebagian
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 63%
Angin: 6 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
sekolah rakyat|Basarnas|hutan|Bencana|Banjir|TPA|perlintasan sebidang|Jalan Tol|Jamkestama|Perdagangan Karbon|KKP|Konservasi Terumbu Karang|Petani Tebu
Jakarta:
Berawan sebagian
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 63%
Angin: 6 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
sekolah rakyat|Basarnas|hutan|Bencana|Banjir|TPA|perlintasan sebidang|Jalan Tol|Jamkestama|Perdagangan Karbon|KKP|Konservasi Terumbu Karang|Petani Tebu
Jakarta:
Berawan sebagian
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 63%
Angin: 6 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Ketut Suwendra Minta Polemik Register 44 Tak Korbankan Ribuan Petani Tebu

Diterbitkan
Sabtu, 18 Jul 2026 14.37 WIB
Bagikan:
Ketut Suwendra Minta Polemik Register 44 Tak Korbankan Ribuan Petani Tebu

Anggota Komisi IV DPR RI I Ketut Suwendra.|Foto: WE/Mahendra

PARLEMENTARIA, Palembang – Anggota Komisi IV DPR RI I Ketut Suwendra meminta pemerintah segera memberikan jalan keluar bagi ribuan petani tebu di kawasan Register 44 Way Kanan, Lampung, yang hingga kini belum dapat memanen hasil tanamannya akibat persoalan perizinan dan proses hukum yang melibatkan kawasan hutan.

 

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (17/7/2026). Menurut Ketut, persoalan tersebut telah berdampak pada sekitar 1.200 kepala keluarga yang mengelola lahan seluas kurang lebih 4.200 hektare melalui skema kemitraan dan menanam tebu untuk dipasok ke PT SMI.

Lihat Juga :

Harga Singkong Naik, I Ketut Suwendra Tegaskan Negara Harus Berpihak kepada Petani

Harga Singkong Naik, I Ketut Suwendra Tegaskan Negara Harus Berpihak kepada Petani

Abdul Hakim Bafagih Desak Perbaikan Tata Niaga Gula dan Perlindungan Petani Tebu

Abdul Hakim Bafagih Desak Perbaikan Tata Niaga Gula dan Perlindungan Petani Tebu

 

Ia menjelaskan, akibat status hukum lahan yang masih bermasalah, perusahaan tidak bersedia menerima hasil panen tebu karena khawatir berkaitan dengan proses pidana. Padahal, seharusnya tebu milik petani sudah mulai dipanen sejak April lalu.

 

"Yang rugi masyarakat. Sejak April seharusnya tebu mereka sudah ditebang, tetapi sampai hari ini belum bisa dipanen. Kalau sampai September tidak ada jalan keluar, masa giling pabrik sudah selesai dan masyarakat yang akan menanggung kerugiannya," ujar Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini.

 

Ketut menegaskan, Komisi IV DPR RI mendorong agar pemerintah memberikan kesempatan kepada para petani untuk melakukan panen satu kali sebelum kebijakan atau penegakan hukum lebih lanjut diterapkan.

 

"Kami dorong, untuk tahun ini beri kesempatan mereka panen dulu. Setelah panen selesai, silakan pemerintah menegakkan aturan dan proses hukum berjalan. Tetapi jangan sampai masyarakat kehilangan mata pencahariannya karena persoalan yang belum selesai," tegasnya.

 

Ia mengingatkan, apabila panen tidak segera dilakukan hingga masa giling berakhir, tebu akan kehilangan kandungan gula sehingga tidak lagi memiliki nilai ekonomi.

 

"Kalau lewat masa panen, tebu itu menjadi sampah karena kadar gulanya hilang. Ini kerugian besar bagi masyarakat yang hanya memiliki lahan kecil dan menggantungkan hidup dari hasil tebu tersebut," katanya.

 

Ketut juga mengungkapkan bahwa aspirasi tersebut telah disampaikan langsung oleh para petani kepada Komisi IV DPR RI. Ia berharap pihak terkait segera memenuhi persyaratan administrasi yang diperlukan agar panen dapat dilaksanakan tanpa menghambat proses hukum yang sedang berjalan.

 

"Yang kami perjuangkan bukan status lahannya, tetapi agar masyarakat bisa memanen hasil tebunya. Ada sekitar 4.200 hektare yang menjadi harapan masyarakat. Setelah itu, silakan proses hukum tetap dilanjutkan sesuai ketentuan," pungkasnya. (we)

Berita terkait

Harga Singkong Naik, I Ketut Suwendra Tegaskan Negara Harus Berpihak kepada Petani
Industri dan Pembangunan
Harga Singkong Naik, I Ketut Suwendra Tegaskan Negara Harus Berpihak kepada Petani
Abdul Hakim Bafagih Desak Perbaikan Tata Niaga Gula dan Perlindungan Petani Tebu
Industri dan Pembangunan
Abdul Hakim Bafagih Desak Perbaikan Tata Niaga Gula dan Perlindungan Petani Tebu
I Ketut Suwendra Tegaskan Transparansi Penanaman Bibit, Dorong Pelibatan Publik
Industri dan Pembangunan
I Ketut Suwendra Tegaskan Transparansi Penanaman Bibit, Dorong Pelibatan Publik
Tags:#Petani Tebu#Masa Panen
Sebelumnya

Komisi V DPR Nilai Basarnas Yogyakarta Layak Ditingkatkan Menjadi Kelas A

Selanjutnya

Usulan Exit Tol Bokoharjo Menguat, Legislator Minta BPJT Tindak Lanjuti

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1021)
  • Industri dan Pembangunan(3568)
  • Isu Lainnya(1033)
  • Kesejahteraan Rakyat(3561)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4342)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
sekolah rakyat|Basarnas|hutan|Bencana|Banjir|TPA|perlintasan sebidang|Jalan Tol|Jamkestama|Perdagangan Karbon|KKP|Konservasi Terumbu Karang|Petani Tebu
Jakarta:
Berawan sebagian
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 63%
Angin: 6 km/h