
Anggota Komisi IV DPR RI Dwita Ria Gunadi dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI bersama Kepala Badan Karantina Indonesia di Gedung DPR RI, Jakarta.|Foto : Oji/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Dwita Ria Gunadi meminta Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperketat pengawasan terhadap perdagangan anjing yang diduga untuk konsumsi. Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya menimbulkan persoalan kesejahteraan hewan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko penyebaran rabies.
Dwita mengungkapkan, pihaknya baru-baru ini menemukan sebuah truk yang mengangkut anjing di Kota Solo. Hewan-hewan tersebut berada di dalam kandang sempit sehingga mengalami stres dan berisiko mengalami penurunan kondisi kesehatan. Lebih lanjut, ia menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan tiga ekor anjing dinyatakan positif rabies.
"Berdasarkan temuan lapangan di Kota Solo terdapat satu truk penuh anjing yang siap untuk diperdagangkan, namun ditemukan tiga di antaranya positif terkena rabies," ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI bersama Kepala Badan Karantina Indonesia di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Ia juga menyoroti tidak adanya sertifikat kesehatan yang dapat ditunjukkan oleh pedagang. Selain itu, asal-usul anjing yang diperdagangkan juga tidak jelas sehingga berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit.
Karena itu, Dwita meminta Badan Karantina Indonesia menerbitkan surat edaran untuk memperketat pengawasan terhadap perdagangan anjing. Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan perlindungan hewan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat.
Ia juga mendorong Barantin memperkuat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, dan Kepolisian guna meningkatkan pengawasan, terutama di daerah yang masih memiliki tradisi mengonsumsi daging anjing.
"Badan Karantina juga harus berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian dan Kepolisian setempat untuk mengatasi hal ini, karena banyak daerah-daerah tertentu yang menjadikan konsumsi daging anjing sebagai tradisi sehingga pengawasan atas penularan penyakitnya juga harus diwaspadai," tutupnya. (/we)