
Anggota Komisi VII DPR RI Mohammad Toha, saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Medan, Sumatera Utara.|Foto: Dwk/Karisma
PARLEMENTARIA, Medan – Anggota Komisi VII DPR RI Mohammad Toha menilai Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 perlu melampaui fungsi sebagai ajang pameran produk daerah. Ia mengusulkan agar penyelenggara menghadirkan buyer dari dalam maupun luar negeri sehingga pelaku UMKM dan perajin asal Sumatera Utara memiliki peluang memperluas pasar sekaligus menjalin kerja sama bisnis yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Medan, Sumatera Utara, untuk meninjau kesiapan penyelenggaraan PRSU 2026 sekaligus mengawasi pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM di daerah.
Menurut Politisi Fraksi PKB itu, PRSU memiliki potensi besar sebagai etalase produk unggulan dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Namun, manfaat ekonomi yang dihasilkan akan lebih optimal apabila penyelenggaraan pameran juga difokuskan untuk mempertemukan para perajin dengan calon pembeli yang memiliki jaringan pasar lebih luas.
"Satu usulan saya adalah, di event seperti ini, itu temukanlah perajin-perajin yang dari kabupaten-kabupaten yang berjumlah 33 itu dengan buyer-buyer seharusnya. Nah, tentunya event organizer-nya itu mengundang para buyer ya, baik buyer domestik Indonesia maupun buyer-buyer dari luar negeri," ujar Toha di kawasan PRSU, Medan.
Ia menambahkan, kehadiran buyer tidak hanya berpotensi meningkatkan transaksi selama pameran berlangsung, tetapi juga membuka peluang kontrak kerja sama jangka panjang bagi pelaku UMKM dan industri kreatif. Dengan demikian, PRSU dapat berkembang menjadi forum bisnis yang mampu memperluas akses produk lokal ke pasar nasional hingga internasional.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII DPR RI juga mendorong penguatan sinergi antara PT PPSU, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan kementerian mitra kerja guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan PRSU sebagai penggerak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.
Melalui tema "Harmoni Emas: Kolaborasi Tradisi, Bangkitkan Inspirasi", penyelenggaraan PRSU 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda pameran tahunan, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih nyata melalui perluasan jejaring pemasaran, peningkatan daya saing UMKM, dan penguatan promosi potensi daerah. (dwk/we)