
Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah, dalam kegiatan Penataran Keparlemenan Bagi Tenaga Ahli Alat Kelengkapan DPR RI (TA AKD) Periode 2024–2029 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Als/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta – Badan Keahlian DPR RI menyelenggarakan kegiatan Penataran Keparlemenan Bagi Tenaga Ahli Alat Kelengkapan DPR RI (TA AKD) Periode 2024–2029 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Hal ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kualitas dukungan substantif tenaga ahli dalam mendukung pelaksanaan fungsi parlemen. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan DPR RI, khususnya tenaga ahli yang bertugas mendampingi kerja alat kelengkapan dewan.
Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, penataran keparlemenan merupakan forum strategis untuk memastikan tenaga ahli DPR memiliki kompetensi yang mumpuni dalam mendukung kerja legislasi, pengawasan, dan anggaran.
“Jadi, saya apresiasi hari ini Badan Keahlian DPR RI menyelenggarakan acara mengumpulkan tenaga ahli di Alat Kelengkapan Dewan lengkap dari Komisi I-XIII dan juga seluruh badan. Tenaga ahli komisi ini dan badan itu orang-orang yang membantu perancangan undang-undang dan mereka juga setiap pembahasan pengawasan dan anggaran, mereka terlibat dalam menyiapkan isu-isu strategis, membrief anggota-anggota DPR di setiap komisi,” ujar Rizki kepada Parlementaria.
Ia menegaskan tenaga ahli memiliki peran sentral dalam mendukung kesinambungan pembahasan di parlemen, termasuk memastikan sinkronisasi antara hasil rapat sebelumnya dengan agenda pembahasan selanjutnya.
“Jadi ini orang-orang terpilih yang bekerja di lingkungan DPR RI sebagai tenaga ahli di komisi dan badan. Peranannya luar biasa strategis, jadi kompetensinya harus dipastikan baik, standarnya harus dipastikan tinggi, tidak boleh amatiran, tidak boleh keluar dari semangat institusi DPR RI ke depan, harus bisa lebih baik lagi, lebih terbuka dan lebih kompeten,” tegas Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.
Sementara itu, Kepala Badan Keahlian DPR RI Bayu Dwi Anggono menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari mandat kelembagaan Badan Keahlian dalam melakukan pembinaan dan koordinasi teknis bagi tenaga ahli AKD.
Menurut Bayu, pengembangan kapasitas tenaga ahli penting karena mereka berada di garda terdepan dalam memberikan dukungan substantif bagi proses pengambilan kebijakan di alat kelengkapan dewan.
“Bagi kami penting untuk kita kembangkan kompetensi bagi tenaga ahli AKD, alat kelengkapan DPR, karena mereka ada di garda depan dalam memberikan dukungan substantif bagi pengambilan kebijakan yang ada di AKD,” jelas Bayu.
Ia menambahkan, selama tiga hari peserta akan mendapatkan materi yang terbagi dalam empat modul utama, yakni legislasi, pengawasan, anggaran, dan transformasi DPR.
“Harapannya melalui forum yang interaktif, aplikatif, dan tentu diselingi dengan upaya-upaya untuk menyamakan persepsi, selesai penataran keparlemenan ini mereka punya hal-hal baru yang bisa digunakan untuk meningkatkan dukungan substantif saat bekerja di alat kelengkapan DPR,” pungkasnya. (als/rdn)