E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|RUU Masyarakat Adat|karhutla|Garut|Haji|sekolah|Potensi Lokal|Temuan Senjata Api|Bromo|Komisi IX|Kesehatan|Pendidikan|layanan kesehatan
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 30°C
Lembab: 73%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|RUU Masyarakat Adat|karhutla|Garut|Haji|sekolah|Potensi Lokal|Temuan Senjata Api|Bromo|Komisi IX|Kesehatan|Pendidikan|layanan kesehatan
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 30°C
Lembab: 73%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|RUU Masyarakat Adat|karhutla|Garut|Haji|sekolah|Potensi Lokal|Temuan Senjata Api|Bromo|Komisi IX|Kesehatan|Pendidikan|layanan kesehatan
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 30°C
Lembab: 73%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Legislator Tekankan RUU Sisdiknas Harus Menjamin Satu Sistem Pendidikan Nasional

Diterbitkan
Rabu, 24 Jun 2026 11.19 WIB
Bagikan:
Legislator Tekankan RUU Sisdiknas Harus Menjamin Satu Sistem Pendidikan Nasional

Anggota Komisi X DPR RI Muhamad Nur Purnamasidi saat RDP dengan Setjen Kementerian Agama, Kemensos, Kemenkes, Kemendikti Saintek, serta Kemendikdasmen di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto : Mentari/rni

PARLEMENTARIA, Jakarta – Pengaturan satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh berbagai kementerian dan lembaga dalam Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) dinilai harus tetap berpijak pada amanat konstitusi, yakni penyelenggaraan satu sistem pendidikan nasional. Kehadiran berbagai model sekolah yang dikelola lintas kementerian tidak boleh melahirkan fragmentasi maupun standar yang berbeda-beda dalam sistem pendidikan Indonesia.


Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Muhamad Nur Purnamasidi dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Ruang Rapat Komisi X, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026). Rapat tersebut membahas pengaturan satuan pendidikan yang diselenggarakan kementerian/lembaga dalam RUU Sisdiknas serta harmonisasi kewenangan, standar mutu, dan tata kelola pendidikan nasional.


Menurutnya, Pasal 31 ayat (3) UUD 1945 secara tegas mengamanatkan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. Oleh karena itu, berbagai program pendidikan yang saat ini berkembang harus tetap berada dalam satu kerangka sistem yang terintegrasi.

Lihat Juga :

Panja RUU Sisdiknas Tekankan Pemerataan Layanan Pendidikan hingga Daerah 3T

Panja RUU Sisdiknas Tekankan Pemerataan Layanan Pendidikan hingga Daerah 3T

Purnamasidi Tekankan Pentingnya Satu Sistem Pendidikan Nasional yang Berkeadilan

Purnamasidi Tekankan Pentingnya Satu Sistem Pendidikan Nasional yang Berkeadilan


“Dari penjelasan bapak dan ibu, saya melihat ada koordinasi dan ada integrasi. Tetapi apakah itu satu kurikulum? Itu harus kita pastikan. Karena ini mandat konstitusi,” ujar Purnamasidi.


Legislator Fraksi Partai Golkar tersebut menyinggung munculnya berbagai satuan pendidikan yang diselenggarakan kementerian dan lembaga, seperti Sekolah Rakyat yang diinisiasi Kementerian Sosial, Sekolah Garuda yang berada di bawah Kemendiktisaintek, hingga rencana akademi olahraga yang akan dikembangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Menurutnya, keberagaman model pendidikan tersebut merupakan hal yang baik, namun seluruhnya harus berada dalam satu sistem pendidikan nasional yang sama.


“Ada Sekolah Rakyat, ada Sekolah Garuda, sebentar lagi Kementerian Pemuda dan Olahraga juga ada akademi olahraga. Mandat konstitusi itu satu sistem pendidikan. Saya melihat ada upaya ke arah sana dan menurut saya kita harus sepakat mengenai hal itu,” tegasnya.


Purnamasidi menilai harmonisasi norma dalam RUU Sisdiknas menjadi penting agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Menurutnya, seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan perlu memiliki kesamaan pandangan mengenai standar dan tata kelola yang akan diatur dalam undang-undang.


“Nah, karena itu kita semua yang hadir pada hari ini mari bersama-sama menormakan dengan norma yang sama, sehingga sejalan dengan undang-undang yang ada,” katanya.


Ia mengingatkan bahwa sinkronisasi regulasi harus menjadi perhatian bersama agar kebijakan yang telah disepakati nantinya memiliki landasan hukum yang kuat dan tidak mudah dipersoalkan.


“Saya takut nanti ada yang menggugat norma itu. Karena itu, kita harus memastikan semuanya berjalan dalam koridor yang sama. Ketika nanti undang-undangnya diketok, tidak ada lagi persoalan yang muncul akibat perbedaan norma,” ujarnya.


Melalui pembahasan RUU Sisdiknas, Purnamasidi berharap lahir sebuah sistem pendidikan nasional yang mampu mengakomodasi berbagai bentuk satuan pendidikan tanpa mengabaikan prinsip kesatuan sistem sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi.


“Tujuannya agar seluruh kebijakan pendidikan yang kita bangun sejalan dengan amanat undang-undang dan memberikan kepastian bagi penyelenggaraan pendidikan nasional ke depan,” pungkasnya. (fa/ssb)

Berita terkait

Panja RUU Sisdiknas Tekankan Pemerataan Layanan Pendidikan hingga Daerah 3T
Kesejahteraan Rakyat
Panja RUU Sisdiknas Tekankan Pemerataan Layanan Pendidikan hingga Daerah 3T
Purnamasidi Tekankan Pentingnya Satu Sistem Pendidikan Nasional yang Berkeadilan
Kesejahteraan Rakyat
Purnamasidi Tekankan Pentingnya Satu Sistem Pendidikan Nasional yang Berkeadilan
Pembedaan Signifikan antara RUU Satu Data Indonesia dan RUU Statistik Harus Diperjelas
Politik dan Keamanan
Pembedaan Signifikan antara RUU Satu Data Indonesia dan RUU Statistik Harus Diperjelas
Tags:#Pendidikan#RUU Sisdiknas
Sebelumnya

Pengembangan Pendidikan Dokter Spesialis Harus Diiringi Jaminan Mutu

Selanjutnya

Cucun Minta Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan Perempuan di Bandung Dihukum Berat

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1055)
  • Industri dan Pembangunan(3688)
  • Isu Lainnya(1045)
  • Kesejahteraan Rakyat(3691)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4564)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

SIDANG TAHUNAN MPR RI SIDANG BERSAMA DPR & DPD RI RAPAT PARIPURNA DPR RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|RUU Masyarakat Adat|karhutla|Garut|Haji|sekolah|Potensi Lokal|Temuan Senjata Api|Bromo|Komisi IX|Kesehatan|Pendidikan|layanan kesehatan
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 30°C
Lembab: 73%
Angin: 4 km/h