E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran 2027|Pendidikan|HAM|hilirisasi|Pertanahan|Aspirasi|Ekspor|Perguruan Tinggi|Konflik Agraria|Sepakbola|RUU Perkoperasian|Industrialisasi|RUU Kadin
Jakarta:
Sebagian Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 14 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran 2027|Pendidikan|HAM|hilirisasi|Pertanahan|Aspirasi|Ekspor|Perguruan Tinggi|Konflik Agraria|Sepakbola|RUU Perkoperasian|Industrialisasi|RUU Kadin
Jakarta:
Sebagian Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 14 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran 2027|Pendidikan|HAM|hilirisasi|Pertanahan|Aspirasi|Ekspor|Perguruan Tinggi|Konflik Agraria|Sepakbola|RUU Perkoperasian|Industrialisasi|RUU Kadin
Jakarta:
Sebagian Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 14 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Komisi II: Pemanfaatan Danais DIY Perlu Diperluas Mencakup Aspek Kebudayaan

Diterbitkan
Kamis, 18 Jun 2026 11.36 WIB
Bagikan:
Komisi II: Pemanfaatan Danais DIY Perlu Diperluas Mencakup Aspek Kebudayaan

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik ke Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi DIY.|Foto : Mentari/Alma

PARLEMENTARIA, Yogyakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, mendorong adanya perluasan pemanfaatan Dana Keistimewaan (Danais) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya pada aspek kebudayaan. Menurutnya, manfaat dana keistimewaan perlu dirasakan lebih luas oleh masyarakat melalui program-program yang tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya dalam arti sempit.

 

Hal tersebut disampaikan Zulfikar usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi DIY, Rabu (17/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Komisi II DPR RI melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Undang-Undang Keistimewaan DIY, termasuk pemanfaatan Dana Keistimewaan yang selama ini menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Lihat Juga :

Komisi II: RUU Kabupaten/Kota Perlu Dibuat Sesederhana Mungkin

Komisi II: RUU Kabupaten/Kota Perlu Dibuat Sesederhana Mungkin

Terkait Pengisian Jabatan Sipil oleh TNI-Polri, Wakil Ketua Komisi II: Masih Perlu Dibahas

Terkait Pengisian Jabatan Sipil oleh TNI-Polri, Wakil Ketua Komisi II: Masih Perlu Dibahas

 

Menurut Zulfikar, pemanfaatan Danais pada sektor kebudayaan masih memiliki ruang untuk dikembangkan. Ia menilai makna kebudayaan tidak seharusnya hanya dipahami sebatas warisan budaya yang bersifat fisik atau kegiatan adat semata.

 

"Dari sisi penggunaan dana istimewa itu menurut saya perlu ada perluasan pemanfaatan. Misalnya dari sisi kebudayaan, karena kita punya aspek kebudayaan dalam keistimewaan DIY," ujar Politisi Fraksi Partai Golkar ini kepada Parlementaria.

 

Ia menjelaskan bahwa kebudayaan tidak hanya mencakup aspek yang bersifat tangible atau berwujud, seperti bangunan bersejarah maupun sarana budaya lainnya. Menurutnya, aspek-aspek yang bersifat intangible atau tidak berwujud juga perlu mendapatkan perhatian yang sama dalam pengalokasian Dana Keistimewaan.

 

"Kebudayaan itu jangan hanya dimaknai yang tangible saja. Mungkin yang intangible juga, lalu tidak hanya dimaknai pada adat, tari-tarian, atau upacara adat," katanya.

 

Lebih lanjut, Zulfikar menilai bidang pendidikan juga merupakan bagian penting dari kebudayaan yang layak mendapat dukungan melalui Danais. Menurutnya, investasi pada pendidikan akan memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di DIY.

 

Selain pendidikan, ia juga membuka peluang agar Dana Keistimewaan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kelompok-kelompok masyarakat yang bergerak di bidang olahraga dan mampu mencetak prestasi. Menurutnya, aktivitas olahraga juga menjadi bagian dari pembentukan karakter dan budaya masyarakat.

 

"Misalnya kalau ada orang yang senang olahraga dan punya perkumpulan olahraga, itu juga bisa menurut saya dibiayai oleh dana istimewa, yang penting mereka berprestasi," ungkap legislator jebolan Fisipol UGM ini.

 

Zulfikar juga menyoroti pentingnya dukungan bagi komunitas maupun lembaga yang berfokus pada pengembangan kreativitas generasi muda. Ia menilai berbagai organisasi yang berhasil melahirkan anak-anak muda kreatif di berbagai bidang layak memperoleh perhatian melalui skema Dana Keistimewaan.

 

"Atau ada sekumpulan orang atau lembaga yang memang kerjanya menghasilkan generasi muda yang kreatif untuk berbagai bidang, itu juga mestinya bisa didanai oleh dana istimewa," jelasnya.

 

Menurut Zulfikar, perluasan makna kebudayaan dalam pengelolaan Dana Keistimewaan akan membuat manfaat program semakin dirasakan masyarakat. Dengan cakupan yang lebih luas, Danais tidak hanya berfungsi menjaga tradisi dan warisan budaya, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong lahirnya prestasi, kreativitas, dan inovasi di tengah masyarakat.

 

"Saya kira perluasan makna dari sisi kebudayaan itu penting, supaya makin banyak pihak yang memang merasakan manfaat dari adanya dana istimewa dari sisi kebudayaan," tutup Zulfikar. (mri/rdn)

Berita terkait

Komisi II: RUU Kabupaten/Kota Perlu Dibuat Sesederhana Mungkin
Politik dan Keamanan
Komisi II: RUU Kabupaten/Kota Perlu Dibuat Sesederhana Mungkin
Terkait Pengisian Jabatan Sipil oleh TNI-Polri, Wakil Ketua Komisi II: Masih Perlu Dibahas
Politik dan Keamanan
Terkait Pengisian Jabatan Sipil oleh TNI-Polri, Wakil Ketua Komisi II: Masih Perlu Dibahas
Komisi II: Perlu Regulasi yang Lindungi Dan Perkuat Posisi Bank Daerah
Politik dan Keamanan
Komisi II: Perlu Regulasi yang Lindungi Dan Perkuat Posisi Bank Daerah
Tags:#Kebudayaan
Sebelumnya

Koordinasi Penyelesaian Masalah Pertanahan di Aceh Belum Optimal

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(889)
  • Industri dan Pembangunan(3248)
  • Isu Lainnya(1020)
  • Kesejahteraan Rakyat(3262)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3970)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS
DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran 2027|Pendidikan|HAM|hilirisasi|Pertanahan|Aspirasi|Ekspor|Perguruan Tinggi|Konflik Agraria|Sepakbola|RUU Perkoperasian|Industrialisasi|RUU Kadin
Jakarta:
Sebagian Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 14 km/h