Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini.|Foto : Mares/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menyoroti masih minimnya gaung penyelenggaraan siaran Piala Dunia FIFA 2026 oleh TVRI, meski ajang sepak bola terbesar dunia itu tinggal menghitung hari. Pasalnya, keberhasilan TVRI memperoleh hak siar seluruh pertandingan perlu dibarengi strategi komunikasi publik yang lebih kuat agar antusiasme masyarakat dapat terbangun secara optimal.
Sorotan tersebut disampaikan ia menyusul masih terbatasnya atmosfer publik menjelang pembukaan turnamen, padahal TVRI telah memperoleh mandat besar untuk menyiarkan seluruh pertandingan secara gratis kepada masyarakat, termasuk hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
“Piala Dunia bukan sekadar siaran olahraga. Ini adalah momentum nasional yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat, industri kreatif, UMKM, hingga ruang-ruang kebersamaan masyarakat. Oleh karena itu saya melihat masih kurang keriuhan dan atmosfer publik yang seharusnya sudah terasa menjelang kick-off,” kata Novita kepada Parlementaria di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (9/7/2026).
Perlu diketahui, TVRI akan menyiarkan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026. Jumlah tersebut meningkat dibanding Piala Dunia 2022 yang hanya menayangkan 64 pertandingan. Bagi Novita, capaian memperoleh hak siar ini patut diapresiasi karena membuka akses masyarakat menikmati pertandingan secara gratis melalui lembaga penyiaran publik.
Namun demikian, politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai besarnya mandat tersebut harus diiringi kampanye publik yang lebih agresif dan terukur. Ia menilai masih terdapat ruang komunikasi yang perlu diperkuat, terutama terkait akses siaran digital dan informasi program pendukung.
“Kalau masyarakat masih banyak yang bertanya Piala Dunia tayang di mana, bagaimana cara mengakses TVRI digital, atau kapan program pendukung dimulai, berarti ada ruang komunikasi yang harus diperkuat,” ujarnya.
Ia menilai atmosfer turnamen pada penyelenggaraan sebelumnya terasa lebih kuat karena ditopang promosi masif, aktivasi publik, program diskusi sepak bola, kolaborasi komunitas, hingga kampanye digital yang mampu membangun euforia nasional jauh sebelum pertandingan dimulai.
Oleh karena itu, sebagai mitra kerja TVRI di Komisi VII DPR, ia menegaskan pihaknya akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar pelaksanaan siaran Piala Dunia 2026 berjalan optimal, inklusif, dan dapat menjangkau masyarakat luas. “Kami mengapresiasi kerja keras TVRI. Namun, justru karena ini, Piala Dunia pertama yang kembali ditayangkan oleh TVRI setelah puluhan tahun, maka persiapannya harus luar biasa. Kualitas siaran harus baik, akses publik harus mudah, dan atmosfer kebanggaan nasional harus benar-benar terasa,” pungkasnya
Sebagai informasi, Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dan untuk pertama kalinya digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Adapun laga pembuka akan mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan. Partai ini dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026 waktu setempat dan bisa disaksikan pada 12 Juni 2026 pukul 02.00 WIB. (uc/um)