Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay.|Foto : Husen/Alma
PARLEMENTARIA, Cimahi — Penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 didorong tidak hanya menjadi ruang hiburan masyarakat, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat. Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai, tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola dapat dimanfaatkan untuk menciptakan dampak ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Saleh, penayangan Piala Dunia melalui TVRI membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Sebagai lembaga penyiaran publik dan mitra Komisi VII DPR RI, TVRI dinilai memiliki peran penting menghadirkan tontonan kelas dunia yang dapat dijangkau seluruh masyarakat.
“Kita berharap ini bisa membawa pertumbuhan ekonomi terutama UMKM. Kalau ada nonton bareng itu ada UMKM tumbuh di sekitarnya, orang jual kue, jual makanan, jual yang lain-lain gitu kan yang bisa dimanfaatkan oleh banyak masyarakatnya,” ujar Saleh saat ditemui Parlementaria di Cimahi, Jawa Barat pada Jumat (5/6/2026).
Politisi Fraksi PAN itu juga mendorong keterlibatan sponsor dalam kegiatan nobar dengan mengedepankan penggunaan produk lokal. Menurutnya, momentum Piala Dunia dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk dalam negeri mulai dari pakaian, jersey, sepatu, hingga perlengkapan olahraga.
Selain memberi dampak ekonomi, Saleh berharap kegiatan nobar dapat menjadi ruang mempererat hubungan sosial masyarakat. Ia mengingatkan agar antusiasme menyaksikan pertandingan tidak justru memicu keributan, melainkan dibangun dalam semangat kebersamaan.
“Kalau ada nonton-nonton bareng itu kita galakkan, tetapi dalam konteks ukhuwah, dalam konteks persaudaraan. Jangan nanti misalnya nonton bareng tahu-tahu rusuh, gaduh. Orang yang main di luar negeri kok kita rusuh, gaduh. Itu enggak baik,” tegasnya.
Saleh menambahkan, kehadiran Piala Dunia di layar TVRI patut disyukuri karena memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati tontonan olahraga kelas dunia. Ia berharap momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mempelajari strategi permainan dari berbagai negara peserta.
“Kita bersyukur hak siar Piala Dunia itu diberikan kepada TVRI. Nah ini sebetulnya momentum untuk rakyat Indonesia untuk menikmati tontonan ini, tontonan berkelas dunia,” katanya.
Sebagai informasi, Piala Dunia 2026 akan berlangsung tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Untuk pertama kalinya, turnamen sepak bola terbesar dunia itu diikuti 48 negara yang terbagi ke dalam 12 grup, menjadikannya edisi terbesar sepanjang sejarah FIFA. Gelaran akbar ini akan dihelat pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 waktu setempat. Pada laga pembuka akan mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan pada 12 Juni 2026 pukul 02.00 WIB. (uc/aha)