
Anggota Timwas Haji DPR RI, Sri Wulan saat melakukan pemantauan pelayanan di Hotel 502 Safwat Alshuruq, Jalan Sektor 5 Raudhah, Makkah.|Foto: Andri/Sari
PARLEMENTARIA, Makkah — Ketersediaan obat-obatan bagi jemaah haji menjadi perhatian Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI tahun 2026, khususnya saat melakukan pemantauan pelayanan di Hotel 502 Safwat Alshuruq, Jalan Sektor 5 Raudhah, Makkah, Jumat (22/5/2026).
Anggota Timwas Haji DPR RI, Sri Wulan, menegaskan kebutuhan obat harus dipastikan tersedia secara memadai agar layanan kesehatan jemaah tidak terganggu selama musim haji berlangsung.
“Yang dijadikan catatan penting adalah kebutuhan obat harus tersedia sebagaimana mestinya. Jangan sampai stoknya tidak mencukupi,” kata Sri Wulan.
Menurutnya, layanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar jemaah haji, terutama karena sebagian besar jemaah Indonesia masuk kategori lanjut usia dan memiliki risiko gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah di tengah cuaca ekstrem.
Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengingatkan bahwa keterlambatan distribusi atau kekurangan stok obat dapat berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan jemaah di sektor pemondokan maupun fasilitas kesehatan lainnya.
Karena itu, Timwas DPR RI meminta penyelenggara haji memperkuat distribusi obat dan memastikan pasokan tersedia di seluruh sektor pelayanan jemaah.
Selain persoalan kesehatan, Timwas juga menerima laporan terkait potensi kepadatan penghuni kamar di hotel jemaah. Ada indikasi kamar yang ditempati lima orang, meskipun ketentuan awal hanya memperbolehkan empat jamaah dalam satu kamar.
Sri Wulan menilai persoalan akomodasi dan kesehatan harus menjadi perhatian yang sama seriusnya agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Ia memastikan Timwas DPR RI akan terus melakukan pengawasan lapangan untuk memastikan seluruh layanan kepada jemaah berjalan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan pemerintah. (man/rdn)