
Anggota Timwas Haji DPR RI tahun 2026 Bambang Haryo Soekartono menyoroti kekurangan gelang jemaah di Makkah, Arab Saudi.|Foto: Andri/Septamares
PARLEMENTARIA, Makkah — Temuan kekurangan gelang identitas bagi sejumlah jemaah haji Indonesia menjadi perhatian Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI saat melakukan inspeksi di sektor 1 Makkah. Persoalan tersebut dinilai perlu segera diselesaikan mengingat fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) semakin dekat.
Anggota Timwas Haji DPR RI tahun 2026 Bambang Haryo Soekartono menemukan adanya 12 jemaah yang belum menerima gelang identitas saat melakukan kunjungan ke Hotel 103 dan 111, Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/05/2026). Menurut Bambang, gelang identitas merupakan bagian penting dalam sistem pengendalian dan perlindungan jemaah, terutama ketika memasuki fase Armuzna yang identik dengan kepadatan jutaan manusia dari berbagai negara.
“Yang saya minta, kalau misalnya enggak ada gelangnya, mereka tetap bisa melaksanakan ibadah di Arafah dengan baik sehingga ibadah hajinya lancar semuanya,” ujarnya.
Ia menegaskan temuan tersebut akan segera dikoordinasikan dengan pihak penyelenggara dan otoritas terkait agar tidak berkembang menjadi kendala administratif di lapangan. Meski menemukan persoalan gelang, Bambang menilai secara umum kualitas pelayanan haji di sektor 1 cukup baik.
Ia mengaku telah mewawancarai sekitar 30 jemaah asal Surabaya dari berbagai kelompok dan mayoritas menyampaikan kepuasan terhadap layanan dasar. Salah satu aspek yang mendapat apresiasi adalah transportasi publik menuju Masjidil Haram. Bus disebut tersedia selama 24 jam dengan akses yang mudah dari hotel jemaah.
“Berbagai bus dari arah yang berlawanan selalu berhenti di penginapan mereka,” kata Bambang.
Selain transportasi, distribusi konsumsi juga dinilai relatif memadai. Jemaah mendapatkan makanan lengkap dengan variasi lauk serta buah-buahan. Namun, beberapa jemaah masih mengeluhkan cita rasa makanan yang dianggap kurang sesuai dengan selera Indonesia.
Bagi Timwas DPR, keluhan rasa makanan memang terlihat sederhana, tetapi tetap penting diperhatikan karena berkaitan dengan daya tahan fisik jemaah selama menjalani ibadah yang menguras tenaga. Pengawasan terhadap aspek teknis seperti gelang identitas, transportasi, hingga konsumsi dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan penyelenggaraan haji berjalan aman dan nyaman, terutama menjelang puncak ibadah yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas jemaah secara signifikan.
Di akhir kunjungannya, Bambang berharap seluruh jemaah Indonesia diberikan kelancaran dalam menjalankan rangkaian ibadah haji dan kembali ke Tanah Air dengan selamat. (MAN/um)