Anggota Komisi XI DPR RI, Fathi, saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi XI ke PT INKA, Madiun, Jawa Timur.|Dhika/ Arifman
PARLEMENTARIA, Madiun - Anggota Komisi XI DPR RI, Fathi, menyoroti potensi dampak dari situasi geopolitik global terhadap operasional industri perkeretaapian nasional. Secara pribadi, ia mengingatkan pentingnya mitigasi risiko agar proses manufaktur PT INKA tetap berjalan tanpa kendala disrupsi pasokan komponen.
"Tadi belum tersampaikan bahwa adanya hambatan karena geopolitik ini, namun kita harapkan tentu tidak berdampak terlalu besar ya. Tetapi kalau misalnya memang dampak tidak secara langsung itu pasti ada," ujar Fathi kepada Parlementaria dalam kunjungan kerja spesifik Komisi XI ke PT INKA, Madiun, Jawa Timur, (22/5/2026).
Terkait hal itu, ia menjelaskan bahwa saat ini sejumlah kebutuhan material produksi esensial masih belum dapat dipenuhi sepenuhnya dari pasar domestik. Ia menilai keputusan mengandalkan pasokan luar negeri pada tahap ini merupakan langkah taktis demi mempertahankan struktur biaya produksi yang logis.
"Karena beberapa komponen itu masih kita impor terkait dengan seperti roda dan juga ada alat-alat elektronik yang memang diimpor. Kenapa tidak diproduksi di sini? Karena memang secara skala ekonomisnya belum bisa untuk diproduksi, dan akan lebih efisien untuk sekarang mengimpor beberapa komponen tersebut," imbuh Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.
Lebih lanjut, ia mendorong pihak perusahaan agar terus mengevaluasi peta jalan pengembangan industrinya guna mencapai kemandirian rantai pasok secara bertahap. Menurutnya, pemenuhan skala ekonomi merupakan prasyarat utama sebelum merealisasikan substitusi impor secara menyeluruh di masa depan.
"Namun demikian ke depannya setelah nanti kapasitas produksi membesar, tentu kita harapkan satu waktu nanti bisa 100 persen tingkat kandungan dalam negeri dari produksi PT INKA ini," tegasnya. (dik/rdn)