
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar, dalam Kegiatan Parlemen Kampus, di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah.|Foto: Tari/Karisma
PARLEMENTARIA, Surakarta — Kegiatan Parlemen Kampus ialah salah satu upaya DPR RI meningkatkan pemahaman politik di kalangan generasi muda. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen parlemen dalam membangun kesadaran politik mahasiswa.
Ia bilang, generasi muda perlu memahami politik tidak hanya secara sempit, tetapi dalam perspektif yang lebih luas, mencakup berbagai isu tematik maupun isu umum. Menurutnya, hal ini penting agar mahasiswa mampu melihat keterkaitan antara kebijakan publik dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Ini adalah sebuah komitmen DPR untuk bagaimana mengembangkan kaum muda, generasi muda untuk lebih memahami politik dalam perspektif yang lebih luas, baik isu tematik maupun isu yang sifatnya generik,” ujar Indra pada acara tersebut di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan bahwa program ini juga merupakan bagian dari mandat global yang pernah didorong oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di mana setiap negara didorong untuk melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan.
Dalam konteks tersebut, DPR RI tidak hanya menghadirkan program Parlemen Kampus, tetapi juga menjalankan Parlemen Remaja yang setiap tahunnya mengundang pelajar dari seluruh Indonesia ke Gedung DPR. Program ini bertujuan memberikan pengalaman langsung tentang proses pengambilan keputusan politik.
“Setiap tahun kita mengundang remaja-remaja Indonesia ke DPR untuk memahami bagaimana sebuah keputusan politik itu diambil dan mereka juga belajar mengambil keputusan bersama melalui simulasi,” jelasnya.
Berbeda dengan Parlemen Remaja, Parlemen Kampus justru mendekatkan DPR kepada mahasiswa dengan mengunjungi kampus-kampus di berbagai daerah. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajak berdiskusi langsung mengenai berbagai isu strategis yang relevan dengan kondisi masyarakat.
Indra menilai, diskusi terbuka yang melibatkan mahasiswa dari berbagai kampus akan memperkaya perspektif DPR dalam menyusun kebijakan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik dan masukan secara langsung.
Melalui kegiatan ini, DPR RI berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam proses politik, tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa melalui pemikiran kritis dan partisipasi yang konstruktif. (mri/aha)