
Anggota DPR RI Dapil Riau I, Dewi Juliani.|Foto: Ist/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota DPR RI Dapil Riau I, Dewi Juliani, kembali turun ke daerah pemilihannya. Dalam masa reses kali ini, ia menyapa langsung masyarakat Kabupaten Bengkalis, menyerap berbagai keluhan, dan menegaskan komitmennya untuk membawa persoalan daerah ke tingkat pusat.
Mulai dari kondisi fiskal daerah hingga infrastruktur transportasi dan lingkungan, semuanya ia catat rapi. Di sela-sela kegiatan reses yang berlangsung Rabu (29/4), Dewi juga menyalurkan dan mengawal program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Ia bahkan menyempatkan diri menengok langsung rumah-rumah warga penerima bantuan.
“Saya turun memastikan program bantuan perumahan yang saya perjuangkan ini benar-benar dirasakan masyarakat. Ini bagian dari upaya saya memperjuangkan aspirasi warga Bengkalis,” kata Dewi dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Legislator PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa program bantuan tersebut tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan. Ia juga mengingatkan dengan tegas agar tidak ada potongan atau pungutan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat.
“Ini bukan yang terakhir, tapi berkelanjutan. Saya tegaskan tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun, ini hak masyarakat dan tidak boleh ada pemotongan,” ujarnya.
Tak hanya soal bantuan rumah, Dewi juga menyoroti pentingnya pengawasan dalam penyaluran program tanggung jawab sosial atau CSR dari BUMN agar tepat sasaran. Ia mengaku telah meninjau langsung kondisi penerima di lapangan.
“Saya turun memastikan apakah masyarakat betul-betul membutuhkan. Tadi saya lihat langsung beberapa rumah, dan memang mereka membutuhkan bantuan pemerintah,” ucap Anggota Komisi VI DPR RI ini.
Sementara itu, Ketua DPRD Bengkalis, Septian Nugraha, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menilai kehadiran Dewi di tengah masyarakat menunjukkan kepedulian yang langka. “Biasanya orang sudah duduk itu lupa. Alhamdulillah Ibu Dewi turun sampai ke daerah kita ini, beliau peduli dengan Bengkalis,” terangnya.
Septian menyebut dukungan masyarakat Bengkalis terhadap Dewi cukup besar, terbukti dari sekitar 45 ribu suara di daerah ini. Ia berharap perhatian tersebut terus berlanjut dalam bentuk program nyata. Ia juga menggambarkan beratnya kondisi keuangan daerah saat ini.
“Kami mohon bantuannya agar kondisi APBD ini bisa diperhatikan, karena saat ini situasi cukup berat. Bapak-bapak camat dan kepala desa sekarang harus mengencangkan ikat pinggang, bahkan tidak bisa lagi ngopi di luar. Kami berharap ada perhatian dari pusat untuk kondisi ini,” pungkasnya.
Dalam kunjungan reses tersebut, hadir sejumlah camat, lurah, dan warga Bengkalis. Diketahui, persoalan kapal roro dan abrasi memang menjadi perhatian utama di Bengkalis dalam beberapa tahun terakhir. Keterbatasan armada dan layanan penyeberangan kerap menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sementara abrasi pantai terus menggerus wilayah pesisir dan mengancam permukiman warga. Kedua masalah ini membutuhkan penanganan serius dan terintegrasi dari pemerintah pusat dan daerah. (rdn)