
Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Sohibul Iman saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi I DPR RI.
PARLEMENTARIA, Medan — Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Sohibul Iman mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) TNI Angkatan Udara melalui program revitalisasi, termasuk rencana pendirian sekolah penerbang (flying school) di Lanud Soewondo, Sumatera Utara. Hal ini ia sampaikan saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi I DPR RI, Rabu (15/4/2026).
Menurut Sohibul, peningkatan kualitas dan kuantitas SDM menjadi bagian penting dari upaya memperkuat pertahanan udara nasional. Ia menilai revitalisasi tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga pengembangan personel. “Nah salah satu bagian dari revitalisasi ini adalah juga bagaimana meningkatkan SDM,” ujar Sohibul.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah melalui Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan pilot nasional dengan mencetak ratusan penerbang baru. “Hari ini konon Pak Prabowo sudah memerintahkan untuk kemudian segera mencetak 500 pilot baru,” ungkapnya.
Namun demikian, Sohibul menilai kapasitas pendidikan penerbang yang ada saat ini masih terbatas, sehingga diperlukan perluasan pusat pelatihan di berbagai daerah. “Ini tidak bisa dipenuhi oleh Jogja. Di Jogja katanya paling mentok juga 100 orang,” jelasnya.
Karena itu, lanjut Sohibul, Lanud Soewondo diproyeksikan menjadi salah satu lokasi pengembangan sekolah penerbang guna mendukung program tersebut. “Karena itu diamanatkan kepada Lanud Soewondo untuk mengadakan yang disebut flying school, jadi sekolah penerbang di sini,” katanya.
Ia berharap, dengan adanya flying school di Lanud Soewondo, kebutuhan pilot dapat dipenuhi secara lebih cepat dan merata, sekaligus memperkuat peran strategis pangkalan tersebut. “Ke depan mudah-mudahan di sini juga ada flying school yang kemudian dalam waktu dekat bisa mencetak sekitar 500 pilot. Saya kira ini sangat bagus program ini,” tegas Sohibul.
Selain menyoroti aspek pertahanan, Sohibul juga menyinggung pentingnya langkah diplomasi dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang berpotensi berdampak pada stabilitas nasional. “Ya saya kira itu merupakan satu hal yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk melakukan lobi-lobi dan diplomasi kepada pemerintah Iran,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa peran Kementerian Luar Negeri sangat penting dalam menjaga hubungan bilateral dan meredam potensi ketegangan internasional. “Saya kira dalam konteks ini kita percayalah Kementerian Luar Negeri mudah-mudahan bisa melakukan itu,” tambahnya.
Sohibul berharap berbagai langkah strategis, baik di sektor pertahanan maupun diplomasi, dapat berjalan beriringan sehingga kepentingan nasional Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika global yang terus berkembang. (mri/aha)