
Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto saat kunjungan kerja di Bandung.
PARLEMENTARIA, Bandung — Integrasi layanan antar moda logistik milik negara melalui pembentukan Holding BUMN Logistik diharapkan dapat menjadi solusi atas tantangan daya saing distribusi nasional. Skema konsolidasi ini menempatkan PT Pos Indonesia (Persero) sebagai perusahaan jangkar (anchor) yang akan mengoordinasikan entitas-entitas logistik lainnya.
Dengan adanya pusat koordinasi ini, diharapkan tercipta standar operasional yang seragam dan berkualitas dari hulu hingga ke hilir. Hal ini menuntut adanya keunggulan kompetitif yang nyata agar layanan BUMN tidak tertinggal dari inovasi perusahaan swasta.
Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto mengingatkan bahwa perusahaan jangkar harus memiliki standar kualitas yang mampu diakui. Ia mempertanyakan rencana penetapan standar oleh Pos Indonesia untuk diikuti pemain swasta.
"Artinya nanti perusahaan-perusahaan Pos Indonesia akan menyiapkan standar service level-nya untuk diikuti oleh pemain-pemain logistik swasta yang lain. Nah ini posnya sendiri bagaimana standar service-nya hari ini? Kan di bawah swasta kan," ungkap Darmadi saat diwawancara oleh parlementaria setelah kunjungan kerja di Bandung, Rabu (15/4/2026).
Selain isu pelayanan, Komisi VI juga menyoroti secara tajam aspek kesehatan keuangan dari anak-anak usaha BUMN yang direncanakan akan masuk ke dalam gerbong holding. Jika perusahaan yang digabungkan memiliki rapor kinerja yang negatif, langkah itu diyakini justru akan membebani operasional holding secara keseluruhan. "Jadi kalau misalnya ini anak usahanya yang sakit-sakit dikumpulin juga akan mempengaruhi kinerja daripada Pos Indonesia," kata politikus PDIP itu.
Komisi VI mendorong adanya transformasi mendasar pada model bisnis, struktur biaya, dan kompetensi sumber daya manusia BUMN logistik sebelum integrasi disahkan. Penciptaan holding harus dipastikan bukan sekadar menggabungkan institusi secara administratif, melainkan menyatukan kekuatan. Hanya dengan kesiapan teknis dan standar layanan yang unggul, BUMN Logistik dapat benar-benar menjadi penggerak ekonomi yang mandiri dan kompetitif. (adi/aha).