
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Bandar Lampung.
PARLEMENTARIA, Bandar Lampung — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menegaskan pentingnya peran PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dalam membangun ekosistem digital guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Bandar Lampung, Sabtu (11/4/2026).
Menurut Nurdin, kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI untuk menilai sejauh mana Telkom telah berkontribusi dalam mendukung digitalisasi ekonomi di daerah. Provinsi Lampung dipilih sebagai lokasi uji kasus karena memiliki kompleksitas ekonomi yang khas, mulai dari potensi komoditas hingga tantangan pemerataan.
“Lampung memiliki komoditas unggulan seperti singkong untuk tapioka, kopi, dan lada. Selain itu, keberadaan Pelabuhan Bakauheni sebagai simpul logistik nasional menjadikan provinsi ini strategis. Namun, di sisi lain masih terdapat kemiskinan struktural, khususnya di wilayah pesisir,” ujar Nurdin.
Ia mempertanyakan sejauh mana Telkom telah menghadirkan infrastruktur digital yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas masyarakat sekaligus menciptakan pemerataan ekonomi. Menurutnya, kehadiran ekosistem digital sangat krusial untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif.
Nurdin juga mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Lampung yang mencapai 5,9 persen. Angka tersebut dinilai cukup menggembirakan karena menunjukkan adanya tren pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ini harus terus didorong dengan menghadirkan ekosistem digital yang mampu meningkatkan value komoditas lokal serta membuka akses pasar yang lebih luas,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi VI juga menerima laporan masih adanya wilayah blank spot di 14 desa yang mencakup sekitar 85 dusun. Menanggapi hal ini, Telkom berkomitmen untuk segera menuntaskan permasalahan tersebut.
“Salah satu hasil penting dari kunjungan kerja ini adalah komitmen Telkom untuk memastikan hingga tahun ini tidak ada lagi blank spot di 14 desa dan 85 dusun tersebut,” pungkas Nurdin. (we/aha)