
Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto.
PARLEMENTARIA, Jakarta — Komisi I DPR RI mendorong penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Siprus di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga kebudayaan, sebagai upaya memaksimalkan potensi hubungan kedua negara.
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menyampaikan, Indonesia dan Siprus memiliki sejumlah kesamaan nilai yang dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun kemitraan jangka panjang, terutama dalam hal demokrasi dan pengembangan pendidikan tinggi.
“Indonesia dan Siprus punya kesamaan tentang demokrasi, bagaimana bermitra, dan juga dalam hal higher education. Ini menjadi modal penting untuk hubungan ke depan,” ujar Utut kepada Parlementaria usai pertemuan dengan Duta Besar Siprus untuk Indonesia di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026)
Utut juga menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kedua negara yang dalam waktu dekat akan memasuki 40 tahun hubungan diplomatik. Adapun kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya bersifat formal antar pemerintah ke depan, melainkan juga diperluas melalui hubungan antarmasyarakat, termasuk di bidang budaya dan pendidikan.
Sementara itu, Duta Besar Siprus untuk Indonesia, Nikos Panayiotou, menyampaikan bahwa pihaknya melihat potensi besar dalam hubungan bilateral dengan Indonesia dan tengah menjajaki sejumlah kerja sama konkret.
Menurutnya, kedua negara saat ini sedang membahas beberapa kesepakatan, termasuk rencana penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan kebudayaan. “Kami melihat banyak potensi dalam hubungan ini, dan kami terus bekerja untuk merealisasikan potensi tersebut,” ujar Panayiotou.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan kerja sama ke depan. (hal/aha)